Unsoed Serahkan Alat Deteksi Banjir di Serang

Bagikan :

Relawan Tangguh Bencana bersama Ketua dan Wakil Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed untuk penanaman 1.000 pohon di area bencana longsor Desa Serang, Purbalingga.

PURBALINGGA, EDUKATOR–Tim Kesiagaan Bencana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyerahkan alat deteksi dini banjir dan bibit konservasi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi banjir dan longsor.

Penyerahan dilakukan Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi puncak program pengabdian masyarakat bertajuk Smart Village Tangguh Bencana.

Bantuan diserahkan Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti, SP., MP. Ia didampingi anggota tim Dr. Zaroh Irayani, S.Si., M.Si., dan sejumlah mahasiswa.

Bantuan diterima Kepala Dusun 3 Desa Serang, Suroso. Ia didampingi pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Juliyan, serta Pemuda Tangguh Bencana, Ferdian.

Penyerahan alat Deteksi Dini Longsor kepada Pemerintah Desa Serang.

Teknologi Deteksi Dan Konservasi Lereng
Dosen Fakultas Pertanian Unsoed, Dr. Dyah Susanti, menjelaskan bantuan menyasar lahan pertanian miring. Kawasan tersebut memiliki risiko longsor ketika banjir terjadi.

“Alat deteksi dini membantu mengantisipasi bencana,” ujar Dyah.

Kepala Dusun 3 Desa Serang, Suroso, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, alat deteksi dini dan tanaman konservasi sangat dibutuhkan masyarakat.

“Bantuan ini penting mengurangi risiko korban,” ujar Suroso.

Selain alat deteksi dini, Unsoed menyerahkan bibit alpukat dan kopi. Bibit tersebut diarahkan untuk memperkuat konservasi lahan sekaligus mendukung ekonomi masyarakat.

“Bibit ini diharapkan menopang ekonomi warga,” tegas Dyah.

Menurut Dyah, masyarakat perlu menjaga dan merawat bibit tersebut. Hasil alpukat dan kopi nantinya dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.

Pendampingan Dimulai Sejak April
Program Desa Tangguh Bencana telah dimulai sejak awal 2026. Kegiatan diawali pada 25 April melalui pemeriksaan kesehatan dan diseminasi ipteks tentang resiliensi bencana berbasis komunitas.

Materi tersebut disampaikan Dr. Tyas Retno Wulan, S.Sos., M.Si. Prof. Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki, S.KM., M.Kes. (Epid) memberikan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) saat bencana.

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar diberikan Annas Sumeru, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep. MB. Kegiatan tersebut melibatkan Reka Pramuka Peduli Racana Soedirman.

Pendampingan berlanjut melalui Focus Group Discussion (FGD), 16 Mei 2026. Diskusi membahas mitigasi lahan pertanian di lereng curam.

Pakar pertanian Unsoed, Dr. Ir. M. Rif’an, MP., dan Ir. Purwandaru Widyasunu, M.Si., memberikan rekomendasi konservasi lahan.

Rekomendasi meliputi terasering, tanaman penutup lahan, dan vegetasi pinggir. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi erosi pada lahan miring.

Alpukat, Kopi hingga Rumput Pakan
Tim Unsoed kemudian melakukan survei dan asesmen, 20 Juni 2026. Survei menentukan teknologi konservasi yang sesuai dengan kondisi lereng.

Berdasarkan asesmen, tim merekomendasikan vegetasi berakar dalam. Tanaman tersebut berfungsi memperkuat struktur tanah sekaligus mendukung konservasi.

Pemilihan tanaman juga mempertimbangkan nilai ekonomi masyarakat. Alpukat dan kopi dipilih karena memiliki potensi menghasilkan pendapatan.

Selain itu, ditanam pula Rumput Gajah dan Odot. Kedua tanaman tersebut berfungsi menahan erosi sekaligus menyediakan pakan hijau bagi ternak.

Di sisi teknologi, Dr. Zaroh Irayani bersama pemuda tanggap bencana merumuskan kebutuhan alat deteksi dini berbasis curah hujan.

Melalui integrasi teknologi, konservasi, dan penguatan masyarakat, Unsoed mendorong Desa Serang menjadi Smart Village Tangguh Bencana. Program tersebut diharapkan berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. (Alief Einstein/Prs)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-10-09 at 11.47
Murid SMAN 1 Sigaluh Pamer Karya Batik Shibori
WhatsApp Image 2026-10-09 at 05.20
20 Tim Sepak Bola Guru dan Tendik Ikuti Trofeo PGRI Banjarnegara
WhatsApp Image 2026-10-08 at 12.42
Perawatan Wajah Penting, Riasan Menor Jangan di Sekolah
WhatsApp Image 2026-10-08 at 16.33
Peluncuran Tiga Buku Karya Bunda Hani Tandai Pembukaan Festival Literasi Purbalingga
Festival Literasi Purbalingga Tanamkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini9
Berbagai Kegiatan Semarakkan Festival Literasi Purbalingga