
Vera bersama kedua orang tuanya. (Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Tumbuh dari keluarga sederhana, dengan ayah yang bekerja sebagai peternak sapi kecil-kecilan dan ibu sebagai ibu rumah tangga, Vera Nur Fadiya berhasil menjadi sarjana pertama di keluarganya. Ia bahkan mencatat prestasi sebagai lulusan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna: 4,00.
Momen wisuda di Graha Widyatama Unsoed , Selasa (31/3/2026) itu, menjadi saksi perjalanan panjang Vera.
Vera Nur Fadiya, S.Si
Dari deretan kursi orang tua wisudawan, kedua orang tuanya yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi menyaksikan langsung keberhasilan anak bungsunya dengan penuh haru.
“Aku anak bungsu dari dua bersaudara. Di keluargaku, rata-rata pendidikannya hanya sampai SMP. Jadi waktu masuk Unsoed, aku benar-benar belajar banyak hal sendiri,” tutur Vera.
Menjadi Perintis di Keluarga
Vera berasal dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang mengandalkan usaha peternakan sapi kecil-kecilan yang dikelola ayahnya sebagai sumber penghidupan. Dari situlah tumbuh tekadnya untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.
Sebagai orang pertama di keluarga yang menempuh pendidikan tinggi, ia harus beradaptasi secara mandiri. Ia mempelajari berbagai hal, mulai dari sistem perkuliahan hingga penyusunan skripsi tanpa banyak pendampingan.
“Aku benar-benar belajar banyak hal sendiri sejak masuk kuliah,” ujar Vera singkat.
Aktif Berorganisasi
Di tengah kesibukan kuliah di jurusan matematika, Vera tetap aktif berorganisasi. Ia bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) dan dipercaya menjadi Kepala Departemen Pendidikan.
Selain itu, ia juga menjadi penerima Beasiswa Bank Indonesia dan aktif di Generasi Baru Indonesia (GenBI). Di organisasi tersebut, ia kembali mengemban tanggung jawab di bidang pendidikan.
“Organisasi mengajarkan manajemen waktu dan kepemimpinan,” tuturnya.
Berbagai prestasi berhasil diraih Vera selama kuliah. Ia menjadi finalis lomba karya tulis ilmiah di Universitas Padjadjaran, serta memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) FMIPA Unsoed.
Ia juga masuk dalam lima besar Mahasiswa Berprestasi FMIPA Unsoed tahun 2024. Selain itu, Vera mengikuti program akademik di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2025 untuk memperdalam ilmu matematika.
Pengalaman di luar kampus ia dapatkan melalui magang sebagai Data Analyst Intern di Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan.
Mimpi yang Menemukan Jalan
Kini, setelah toga dilepas dan suasana wisuda perlahan mereda, Vera menatap babak baru hidupnya dengan rasa syukur. Empat tahun perjalanan kuliah ia kenang sebagai proses yang membentuk dirinya, bukan sekadar beban akademik.
Kepada mahasiswa Unsoed yang masih berproses, ia menyampaikan pesan sederhana.
“Setiap orang pasti punya fase sulit. Tapi sebaik-baiknya proses pasti ada akhirnya. Jadi jalani saja pelan-pelan, lakukan yang terbaik setiap hari. Tidak harus selalu cepat, yang penting terus mencoba dan tidak berhenti berusaha,” pesan Vera.
Dari keluarga sederhana di Kabupaten Kuningan hingga berdiri di podium lulusan terbaik FMIPA Unsoed, Vera menunjukkan bahwa keberhasilan bisa diraih siapa saja yang tekun dan berani melangkah.(Prasetiyo)