
Gladi bersih kirab pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas, Jumat (13/2/2026) sore . (Foto: Prokompin Setda Banyumas/ EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Warga masyarakat yang akan melintasi pusat kota Purwokerto pada Minggu (15/2/2026) diimbau untuk mencari jalur alternatif mulai pukul 08.00 WIB . Hal ini guna menghindari kemacetan selama prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas.
Penutupan jalur dan pengalihan arus akan diberlakukan di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman, mulai dari Pendopo Wakil Bupati hingga Alun-alun Purwokerto, seiring dikirabnya empat pusaka kebesaran daerah.
Simbol Kekuatan dan Keagungan Banyumas
Prosesi sakral ini akan diawali dengan upacara penyerahan empat pusaka inti oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. Keempat pusaka tersebut adalah Tombak Kiai Genjring, Keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Keris Kiai Sempana Bener, yang nantinya akan kembali dileremkan (diistirahatkan) di Gedung Pusaka Kompleks Pendopo Si Panji.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Fendi Rudianto, menekankan bahwa kirab ini bukan sekadar pawai, melainkan refleksi nilai luhur Banyumas.
Ada empat Pusaka Kebesaran Banyumas yang akan dikirab, yakni Tombak Kiai Genjring, Keris Nala Praja, Keris Gajah Endra, dan Keris Kiai Sempana Bener. “Keempat pusaka ini melambangkan kekuatan, keagungan, perjuangan, dan sikap berpegang teguh pada keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Fendi di sela-sela gladi bersih, Jumat (13/2/2026) sore.
Formasi Baru Barisan Kirab
Ada yang berbeda pada iring-iringan tahun ini. Jika biasanya rombongan kecamatan mengekor di belakang rombongan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kali ini formasi akan dibuat berselang-seling.
“Yang membedakan kirab tahun ini adalah rombongan kecamatan yang biasanya setelah rombongan OPD, kali ini akan diselang-seling. Setelahnya baru kelompok masyarakat,” kata Fendi .
Dijelaskan, urutan barisan akan dipimpin oleh Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, selaku Suba Manggala.
Seluruh peserta kirab, termasuk jajaran Forkopimda dan para kepala OPD, akan mengenakan pakaian adat Jawa Banyumasan lengkap didampingi istri masing-masing. Melalui prosesi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan langsung kekayaan sejarah dan budaya Banyumas.
Mengingat waktu pelaksanaan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB, Fendi mengingatkan kembali pentingnya antisipasi perjalanan bagi warga.
“Pawai akan dimulai pukul 08.00 WIB, sehingga kami harap para pengguna jalan yang akan melintasi Jalan Soedirman antara Pendopo Wakil Bupati hingga Alun-alun Purwokerto untuk mencari jalur alternatif,” ujarnya. (Prasetiyo)