
Zhafran Faiz Karim Pramono
PURBALINGGA, EDUKATOR–Zhafran Faiz Karim Pramono, atlet taekwondo cilik asal Purbalingga, terus menunjukkan konsistensi prestasi di berbagai kejuaraan daerah, nasional, hingga internasional. Siswa kelas III A SD Negeri 2 Purbalingga Lor ini menjadi salah satu talenta muda olahraga yang menjanjikan, meski usianya baru menginjak sembilan tahun.
Ayah Zhafran, Dr. Taufik Budhi Pramono, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), mengatakan, capaian sang anak merupakan hasil dari disiplin, kerja keras, dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Sejak awal kami menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Prestasi ini bukan semata soal medali, tetapi proses pembentukan karakter dan mental juara,” ujarnya kepada EDUKATOR di rumahnya, Rabu (28/1/2026).
Deretan Prestasi di Berbagai Kejuaraan
Zhafran Faiz Karim Pramono lahir di Purbalingga, 25 Juli 2016. Saat ini, ia menyandang sabuk hijau dan tergabung sebagai atlet di Dojang Singabarong Purbalingga dengan pelatih sekaligus sabem, Rinaldi Wasis Muhartono.
Sejumlah prestasi telah diraih, diantaranya Juara III Kejuaraan Taekwondo tingkat Kabupaten Purbalingga pada Februari 2025. Prestasi tersebut berlanjut di tingkat nasional dengan raihan medali emas nomor Kyorugi 46 PA pada Kejuaraan Nasional Kemenpora Taekwondo Championship yang digelar di Kota Magelang, Juli 2025.
Tembus Level Internasional
Pada Oktober 2025, Zhafran kembali mengharumkan nama daerah dengan meraih medali perunggu kelas Kyorugi 42 kilogram dalam Kejuaraan Taekwondo Open International Championship di Yogyakarta. Terbaru, ia juga menyabet medali perak pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Prabu Challenge 9 yang berlangsung di Tangerang, Banten, Januari 2026.
Dukungan Sekolah
Plt Kepala SD Negeri 2 Purbalingga Lor, Wiwik Ekawati, S.Pd.SD. yang dihubungi EDUKATOR secara terpisah mengatakan, Zhafran sebagai siswa yang memiliki talenta dan semangat juang tinggi.
“Zhafran sosok anak yang ulet dan gigih untuk meraih prestasi. Sekolah tentu mendukung penuh pengembangan bakat murid, baik akademik maupun nonakademik,” tuturnya.
Selain menekuni taekwondo, Zhafran juga aktif sebagai atlet klub renang Aquatic dan menyukai seni kaligrafi. Dukungan keluarga, sekolah, dan pelatih diharapkan mampu mengantarkan Zhafran terus berprestasi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Purbalingga.(Prasetiyo)