100 Murid dari Enam SMP di Karangmoncol Terima Sepatu Baru dari Bupati Fahmi

Bagikan :

*Dibeli dari Gaji dan Tunjangan Bupati

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengenakan sepatu baru kepada salah satu murid penerima bantuan sepatu.

PURBALINGGA, EDUKATOR –Sebanyak 100 murid dari enam SMP di Kecamatan Karangmoncol membawa pulang sepasang sepatu sekolah baru yang dibagikan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, Jumat (31/7/2026).

Bantuan yang berasal dari gaji dan tunjangan bupati tersebut tidak sekadar mengganti sepatu yang telah rusak, tetapi juga menjadi simbol harapan agar anak-anak tetap semangat belajar dan meraih cita-cita.

Para penerima bantuan berasal dari SMP Negeri 1 Karangmoncol, SMP Negeri 2 Karangmoncol, SMP Negeri 3 Karangmoncol, SMP Negeri 4 Karangmoncol, SMP Negeri 5 Satu Atap Karangmoncol, dan SMP Diponegoro Karangmoncol.

Salah satu penerima bantuan adalah Anton Dwi Setyawan, murid SMP Negeri 4 Karangmoncol.

“Matur nuwun sekali Pak Bupati Fahmi atas sepatu baru yang saya terima ini. Saya jadi semangat belajar setelah memakai sepatu baru ini,” ujar Anton Dwi Setyawan.

Sebelumnya,  Anton bersekolah menggunakan sepatu yang sudah jebol di beberapa bagian , dan solnya tak lagi utuh. Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar maupun mengikuti berbagai perlombaan, diantaranya lomba Mata Pelajaran dan Seni Islami (MAPSI)..

Anton merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai juru parkir. Bagi Anton, sepatu baru yang diterimanya menjadi berkah yang datang pada waktu yang tepat. Kini, ia tak lagi harus mengenakan sepatu lamanya yang sudah rusak untuk mengikuti kegiatan belajar maupun perlombaan.

Gaji Dikembalikan untuk Masyarakat
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan pembagian sepatu merupakan bagian dari komitmennya mengembalikan gaji dan tunjangan yang diterimanya sebagai bupati kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Nah, kali ini kami kembalikan salah satunya dalam bentuk sepatu sekolah untuk siswa-siswi di Karangmoncol yang membutuhkan. Saat ini mungkin sepatunya sudah tidak layak untuk bersekolah karena rusak, jebol, dan lain-lain,” kata Fahmi.

Menurut Fahmi, nilai sepasang sepatu mungkin tidak seberapa jika dinilai dengan uang. Namun, di balik bantuan tersebut tersimpan harapan besar bagi masa depan anak-anak Purbalingga.

“Sepasang sepatu, sejuta harapan. Karena di balik pemberian sepatu ini ada harapan, ada cita-cita, ada masa depan kepada generasi muda yang nanti akan turut serta berkontribusi pada pembangunan Purbalingga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemimpin saat ini. Anak-anak yang menerima bantuan tersebut kelak akan menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan Kabupaten Purbalingga.

Hadiah Sepeda dan Program Berkelanjutan
Selain membagikan sepatu, Fahmi juga mengajak para murid berinteraksi melalui sesi tanya jawab. Murid yang berani maju dan mampu menjawab pertanyaan mendapat hadiah.

Salah satu murid SMP Negeri 1 Karangmoncol, Rindi Antika, berhasil membawa pulang hadiah utama berupa satu unit sepeda setelah mampu menjawab dua pertanyaan yang diajukan Bupati.

Fahmi memastikan bantuan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan tidak berhenti pada pembagian sepatu di Karangmoncol. Ia mengungkapkan, pada Oktober 2026 Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan meluncurkan program Purbalingga Gotong Royong yang akan menyalurkan bantuan sepatu dan perlengkapan sekolah dengan cakupan yang lebih luas.

Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak murid yang memperoleh bantuan sehingga dapat belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri, tanpa terkendala perlengkapan sekolah yang tidak layak pakai. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

4043853058
Wamen P2MI Luncurkan Program RPL Luar Negeri UMP
WhatsApp Image 2026-07-31 at 15.31
Ikuti Jambore MTs Tingkat Jateng, Kontingen MTs Purbalingga Dibekali Empat Pesan Penting
6296587837838660200
100 Murid dari Enam SMP di Karangmoncol Terima Sepatu Baru dari Bupati Fahmi
WhatsApp Image 2026-07-31 at 11.20
Jumat Religi SMAN 1 Sigaluh, Tumbuhkan Kepedulian Sosial & Kasih Sayang
fulad2
Dari Londo Ireng ke Londo Cokelat: Ketika Penjajahan Berubah Wajah