20 Santri Mumtaza Banjarnegara Ikuti Wisuda Perdana

Bagikan :

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Sebanyak 20 santri Pondok Pesantren Mumtaza di Dusun Prapas, Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, mengikuti wisuda perdana setelah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun, Rabu (15/7/2026). Prosesi wisuda yang dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Mumtaza, KH Afit Juliat Nurcholis, M.A, berlangsung khidmat.

Wisuda tersebut dihadiri Ketua Senat Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Dr. KH. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, Wakil Bupati Banjarnegara KH. Wahid Jumali, Lc., jajaran Forkopimda, dan sjeumlah tamu undangan.

Dalam prosesi wisuda, KH Afit Juliat Nurcholis menyerahkan ijazah sebagai tanda kelulusan kepada 20 santri. Setiap wisudawan juga menerima mushaf Al-Qur’an sebagai pegangan hidup dan bekal untuk mengabdikan diri kepada agama, masyarakat, dan bangsa.

Lulusan Perdana Torehkan Prestasi
Wisuda ini menjadi tonggak sejarah bagi Pondok Pesantren Mumtaza karena merupakan kelulusan angkatan perdana sejak pesantren berdiri.

Pada kesempatan tersebut diumumkan berbagai capaian para santri. Selama tiga tahun terakhir, mereka telah mencatatkan 2.500 jam mengajar sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, kemampuan bahasa Arab para lulusan juga menunjukkan hasil membanggakan. Nilai Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) rata-rata berada pada kategori mahir, dengan skor antara 550 hingga 615.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa lulusan Mumtaza tidak hanya menguasai ilmu keislaman, tetapi juga memiliki pengalaman mengajar dan kompetensi bahasa Arab yang kuat.

Santri Aset Bangsa dan Daerah
Wakil Bupati Banjarnegara, KH. Wahid Jumali, Lc., menyampaikan apresiasi atas lahirnya alumni perdana Pondok Pesantren Mumtaza. Dalam sambutannya yang disampaikan menggunakan bahasa Arab, ia menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Santri adalah aset termahal bangsa. Mereka akan memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan menjadi penerang di tengah tantangan dunia modern,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pondok Pesantren Mumtaza merupakan aset berharga bagi Kabupaten Banjarnegara yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang amanah serta ulama yang mampu berkiprah di tingkat dunia.

Pesantren Warisan Pendidikan Bangsa
Ketua Senat UNIDA Gontor, KH. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan holistik sekaligus warisan budaya asli Indonesia yang telah tumbuh jauh sebelum bangsa ini berdiri.

Ia berpesan agar para alumni perdana senantiasa menjaga kehormatan sebagai seorang santri.

“Jaga akal sehat, jaga iman karena Allah Ta’ala, dan rawat jati diri sebagai pribadi muslim yang kuat,” pesannya. (Heni Purwono/Prs)

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Jenderal Kertas
ChatGPT Image Aug 8, 2026, 04_49_04 AM
HUT Ke-68, SMAN 1 Purwokerto Usung Tema "Grow Together, Shine Forever"
WhatsApp Image 2026-08-07 at 12.25
Jumat Literasi di SMAN 1 Sigaluh, Guru dan Murid Pamerkan Karya
FULAD6
Jenderal Lahir dari Pertempuran, Bukan dari Pertemuan
WhatsApp Image 2026-08-06 at 16.04
ToT PKKM Unsoed Siap Sambut 10 Ribu Lebih Mahasiswa Baru