*Sekolah Jangan Fokus Kegiatan Seremonial
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif (kanan) memberikan Surat Keputusankepada Warsono, S.Pd MM sebagai kepala SMPN 3 Purbalingga. (Foto: Prokompin Setda Purbalingga/EDUKATOR).
PURBALINGGA, EDUKATOR – Sebanyak 214 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga dikukuhkan oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, Senin (27/7/2026), di Pendopo Dipokusumo. Mereka yang dikukuhkan terdiri satu kepala TK, 181 kepala SD, dan 32 kepala SMP.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fahmi menegaskan bahwa para kepala sekolah harus menjadi teladan dalam integritas dan moral bagi guru maupun murid. “Kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan hanya dapat dijaga melalui kepemimpinan yang memberi contoh baik, karena mereka memegang peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan Purbalingga,” ujarnya.
Bupati Fahmi juga menekankan, agar sekolah tidak lagi berfokus pada kegiatan yang bersifat seremonial. “Saya mendorong lahirnya program yang memiliki tujuan jelas dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan murid. Bangun program yang berdampak, bukan sekadar kegiatan seremonial,” pesannya.
Selanjutnya Bupati Fahmi menegaskan, pengukuhan bukan sekadar penempatan jabatan, melainkan peneguhan komitmen, tanggung jawab, dan integritas dalam memimpin satuan pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi kemajuan Kabupaten Purbalingga. Masa depan Purbalingga ditentukan oleh anak-anak yang hari ini belajar di sekolah-sekolah yang Bapak dan Ibu pimpin,” ujar Fahmi.
Ia meminta setiap kepala sekolah memastikan seluruh kebijakan dan program benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Kepemimpinan yang baik, menurutnya, harus mampu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah.
Awali dengan Memahami Karakteristik Murid
Salah seorang kepala sekolah yang dikukuhkan, Puji Rahayu, S.Pd yang kini memimpin SD Negeri 1 Karanggedang, Kecamatan Bukatea menyatakan siap mengemban amanah tersebut.
“Sesuai harapan Pak Bupati, saya akan melaksanakan amanah dengan semangat dan lebih baik,” ujar Puji Rahayu yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala SDN 3 Karangcengis, Kecamatan Bukateja.
Puji menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mempelajari karakteristik murid di sekolah barunya sebelum menyusun berbagai program. Menurutnya, setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga kebijakan yang diterapkan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap program yang disusun mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memajukan sekolah, dan mendukung lahirnya generasi Purbalingga yang unggul.(Prasetiyo)