36 Guru Bahasa Jawa Kota Semarang Ikuti Workshop Pembelajaran Mendalam

Bagikan :

Peserta workshop kurikulum pembelajaran Bahasa Jawa Kota Semarang

SEMARANG, EDUKATOR– Sebanyak 36 guru bahasa Jawa SMP dari 12 subrayon di Kota Semarang mengikuti workshop kurikulum yang berlangsung dua hari, Senin–Selasa (8–9/9/2025), di SMP Negeri 27 Semarang. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdik Kota Semarang, Fajriah, M.Pd.

Workshop menghadirkan narasumber Agus Salim, S.Pd., S.Kom., M.Kom. selaku Kepala SMP Negeri 39 Semarang, Tukijo, S.Pd., M.Pd. sebagai fasilitator pembelajaran mendalam  (PM), serta Jumo Purwito, S.Pd., M.Pd. selaku ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Kota Semarang.

Pada hari pertama, materi yang disajikan meliputi growth mindset, kerangka pembelajaran mendalam (PM), serta asesmen PM. Agus Salim menegaskan, Growth mindset dibutuhkan guru untuk melaksanakan semua tugas keseharian dan membangun mental sebagai guru profesional.

Jumo Purwito menjelaskan prinsip hingga praktik penyusunan asesmen mendalam.Salah satu narasumber, Tukijo, M.Pd sedang memaparkan materi workshop

Sementara itu, Tukijo memaparkan kerangka PM serta penyusunan RPP yang menekankan pemahaman melalui analisis, teori, konsep, dan praktik. Menurutnya, pembelajaran mendalam harus berprinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan (BBM).

“Pengalaman belajar yang perlu dicapai yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksikan,” jelas Tukijo.

Hari kedua diisi dengan analisis RPP yang kemudian dipraktikkan dalam sesi peer teaching yang dipandu Jumo Purwito. Para peserta juga aktif bertanya dan berdiskusi interaktif mengenai implementasi PM di kelas. (*/Iko)

BERITA TERKINI

padamara3
Kuota Tetap 288, Persaingan Masuk SMAN 1 Padamara Diprediksi Makin Ketat
pensiunan tertipu
Korban Dugaan Penipuan Oknum Bank "Mandiri Taspen" Purwokerto Bertambah, Kerugian Lebih Rp 1,3 Miliar
uin saizu
UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Simak Jadwal dan Syaratnya
NOKKAOS
Parenting Gen Z dan Alpha, Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak
fauzi27
The Onoda Effect: Mengubah Budaya Terlambat Menjadi Integritas Waktu di Sekolah