
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama panitia, tamu undangan dan sejumlah atlit Popda.
PURBALINGGA, EDUKATOR – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 menjadi panggung bagi 4.627 atlet pelajar dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK sederajat. Kejuaraan yang berlangsung pada 18–27 Juli 2026 itu mempertandingkan 20 cabang olahraga sebagai ajang pembinaan, peningkatan prestasi, sekaligus seleksi atlet pelajar yang akan mewakili Kabupaten Purbalingga pada Popda tingkat Eks-Karesidenan Banyumas dan Provinsi Jawa Tengah.
“Melalui Popda, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” harap Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif saat membuka Popda di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Senin (20/7/2026).
Popda tahun ini, mengusung tema “Tingkatkan Prestasi, Purbalingga Juara”,
Menurutnya, ajang tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga pelajar yang memberikan ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi.
Dari 20 cabang yang dipertandingkan, 16 cabang olahraga sesuai petunjuk teknis Provinsi Jawa Tengah dan empat cabang eksibisi, yakni catur, futsal, petanque, dan woodball.
Bupati Fahmi menegaskan, event Popda harus dijadikan sebagai media latih tanding untuk menambah pengalaman, memperkuat mental, serta mematangkan teknik dan strategi.
Cabang olah raga Silat.
Kompetisi Bangun Mental Juara
Fahmi mengingatkan setiap peserta agar menjadikan kompetisi sebagai sarana belajar sekaligus membentuk karakter. Ia menegaskan, tekad meraih kemenangan harus selalu dibarengi dengan sikap sportivitas sehingga nilai-nilai fair play tetap terjaga.
“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh untuk mencapai prestasi terbaik. Apa pun hasilnya akan menjadi pengalaman yang berharga,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk terus mendukung kemajuan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet yang mengharumkan nama Purbalingga di berbagai kejuaraan.
Popda Jadi Tolok Ukur Pembinaan
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga, Sadono, mengatakan Popda merupakan instrumen penting untuk mengevaluasi hasil pembinaan olahraga pelajar yang telah dilakukan sekolah, pelatih, dan organisasi olahraga di daerah.
“Popda menjadi ajang evaluasi pembinaan olahraga pelajar sekaligus menjaring calon atlet daerah yang dipersiapkan untuk berprestasi pada jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Hasil pertandingan Popda 2026 akan menjadi dasar seleksi atlet pelajar yang dipersiapkan mewakili Kabupaten Purbalingga pada Popda tingkat Karesidenan dan Provinsi Jawa Tengah. Atlet perorangan maupun beregu yang berhasil meraih prestasi akan memperoleh medali dan piagam penghargaan.
Melalui Popda, Pemerintah Kabupaten Purbalingga berharap semakin banyak pelajar termotivasi menekuni olahraga secara serius sejak usia dini.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu membawa nama Purbalingga bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (Prasetiyo)