Jelang Ramadan, Murid SMPN 2 Kutasari Ikuti Pengajian Akbar

Bagikan :

PURBALINGGA, EDUKATOR–Ratusan murid muslim SMP Negeri 2 Kutasari, Purbalingga mengikuti pengajian akbar untuk memantapkan kesiapan mental dan spiritual menyambut Ramadan 1447 H, Jumat pagi (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi peneguhan akidah sekaligus penguatan karakter agar para pelajar tidak mudah terpengaruh budaya asing yang bertentangan dengan nilai agama.

Kepala SMPN 2 Kutasari Arif Rakhman,S.Pd membuka acara dengan pesan mendalam tentang makna puasa. Ia menegaskan bahwa Ramadhan harus disambut dengan ilmu dan pemahaman yang benar.

“Pengajian ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Maksud dan tujuan utamanya adalah agar anak-anak kami masuk ke bulan Ramadan dengan bekal ilmu yang cukup. Kami ingin mereka paham bahwa puasa bukan hanya soal menahan haus, tapi juga ujian karakter dan kedisiplinan,” ujarnya di hadapan para siswa.

Puasa Itu Membentengi Diri
Materi inti disampaikan guru Pendidikan Agama Islam, Ahmad Subhan. Dalam suasana tanya jawab yang hidup, ia memaparkan berbagai hal yang bisa menggugurkan pahala puasa meski secara hukum fikih tetap sah.

“Hati-hati dengan ghibah, berkata bohong, dan adu domba. Puasa itu membentengi diri, bukan hanya menahan lapar sementara mulut tetap menyakiti orang lain,” tegasnya saat menjawab pertanyaan salah satu murid

Pada kesempatan tersebut, para pelajar juga diajak membaca doa menyambut Ramadan agar diberikan iman, keselamatan, dan keberkahan selama menjalankan ibadah.

Sentil Perayaan Valentine
Di sela penyampaian materi, Subhan menyinggung fenomena 14 Februari yang identik dengan Valentine. Ia mengingatkan siswa agar tidak mengikuti tradisi tanpa penyaring nilai.

“Islam itu agama penuh kasih sayang, dan itu diajarkan setiap detik, bukan setahun sekali. Wujud kasih sayang kita sangat jelas melalui salam yang kita ucapkan setiap bertemu saudara semuslim,” tuturnya, disambut riuh tepuk tangan peserta.

Tradisi Salaman
Menjelang akhir kegiatan, seluruh keluarga besar sekolah melaksanakan saling bersalaman sebagai bentuk saling memaafkan sebelum memasuki bulan suci. Momen berlangsung khidmat dan mengharukan.

Sejumlah murid tampak menitikkan air mata saat mencium tangan guru, memohon doa restu agar ibadah Ramadan berjalan lancar. Tradisi itu menjadi penutup pengajian sekaligus pengingat bahwa hati yang bersih adalah bekal utama menyambut bulan penuh ampunan. (Akhmad Fauzi)

 

 

BERITA TERKINI

kts21
Jelang Ramadan, Murid SMPN 2 Kutasari Ikuti Pengajian Akbar
hj2
Tasyakuran dan Ziarah Awali Hari Jadi Banyumas
difabel
Bupati Sadewo Dorong Disabilitas Jadi Wirausaha Digital
ar1
37 Murid KB Arrahmah Belajar Transportasi di Terminal Bobotsari
001
Menang Adu Penalti, Persibangga Melaju ke Final