*Sebagai Bentuk Solidaritas Bagi Anak-anak Penderita Kanker

Pengunjung Jogja City Mall (JCM) sedang dicukur sebagai bentuk solidaritas bagi anak-anak penderita kanker. (Foto : YKAI DIY/EDUKATOR)
SLEMAN, EDUKATOR–Ratusan pengunjung Jogja City Mall (JCM) di Jalan Magelang Km 6 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta rela melakukan aksi cukur gundul sebagai bentuk solidaritas bagi anak-anak penderita kanker. Kegiatan bertajuk #BeraniGundul ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional dan Bulan Peduli Kanker, sekaligus memberi dukungan moral kepada anak-anak yang tengah berjuang menjalani pengobatan.
Aksi berlangsung di atrium Jogja City Mall, Yogyakarta, Minggu (9/2/2025), dan kembali digelar pada Selasa (17/2/2026). Peserta secara sukarela mencukur rambut hingga gundul sebagai simbol empati terhadap anak-anak yang mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi.
Aksi sosial ini diawali dengan pencukuran perdana oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, kepada salah seorang pengunjung mall.

Bupati Sleman Kustini SP melakukan pencukuran gundul perdana kepada pengunjung JCM dalam aksi cukur gundul massal pada Minggu (9/2/2025). (Foto : YKAI DIY /EDUKATOR)
“Melalui dukungan bersama, kita berharap anak-anak yang terkena kanker dapat disembuhkan,” ujar Kustini.
Ia menambahkan, aksi sosial #BeraniGundul menjadi media efektif untuk sosialisasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar peduli terhadap para pengidap kanker.
Gerakan Solidaritas dan Edukasi Publik
Ketua Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) Wilayah DIY, Eka Wibawa, menjelaskan bahwa aksi cukur gundul massal ini merupakan bagian dari Gerakan #BeraniGundul2025 yang bertujuan menunjukkan solidaritas bagi anak-anak pejuang kanker.
“Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian. Dukungan dari masyarakat sangat berarti bagi semangat juang mereka,” ujar Eka di sela kegiatan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar simbolik. Pengunjung mall yang berpartisipasi menunjukkan empati nyata kepada anak-anak yang harus kehilangan rambut akibat terapi. Selain cukur gundul, acara juga diramaikan sosialisasi edukasi tentang kanker anak, berbagi pengalaman penyintas kanker, pertunjukan musik akustik, tari, hingga penampilan Japan Idol.
YKAI DIY juga membuka booth donasi di atrium Jogja City Mall. Pengunjung dapat berfoto bersama maskot YKAI, “KAKA”, dengan donasi Rp20.000 per foto cetak. Seluruh hasil donasi disalurkan untuk membantu anak-anak penderita kanker.
“Dukungan tidak hanya berupa aksi mencukur rambut, tetapi juga bisa melalui donasi yang kami sediakan,” tambah Eka.
Dukungan Lintas Sektor
Sementara itu, dalam peringatan Bulan Peduli Kanker pada 17 Februari 2026, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Yogyakarta juga menggelar aksi serupa di lokasi yang sama.
Ketua Cabang YKAKI Yogyakarta, Eka Wibawa, menegaskan bahwa #BeraniGundul adalah bentuk nyata kehadiran masyarakat dalam mendampingi anak-anak pejuang kanker.
“Kegiatan ini bukan sekadar simbolik, melainkan wujud kepedulian sosial agar anak-anak tetap memiliki semangat dan harapan selama menjalani pengobatan,” katanya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari RS Queen Latifa sebagai mitra layanan kesehatan. Rumah sakit tersebut menyediakan layanan Mini Medical Check-Up (MCU) gratis serta edukasi kesehatan oleh dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi dan dokter spesialis anak.
Direktur RS Queen Latifa, dr. Sigit Riyarto M.Kes, AAK, menyatakan partisipasi rumah sakit merupakan komitmen terhadap pelayanan kesehatan berbasis nilai kemanusiaan.
“Kami juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan Cancer Center guna menghadirkan pelayanan kanker yang lebih komprehensif dan terintegrasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari berbagai mitra strategis seperti Jogja City Mall, Laboratorium CITO, Cornellia&Co, Computa, serta komunitas dan relawan lainnya.
Harapan untuk Masa Depan Anak
YKAI DIY diketahui mengelola Rumah Kita dan “Sekolah-Ku” bagi anak-anak penderita kanker yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. Yayasan ini juga aktif mengedukasi tenaga medis di puskesmas-puskesmas DIY.
“Anak-anak seharusnya menghabiskan masa kecil dengan bahagia. Dengan adanya acara ini, kami berharap semakin banyak pihak yang peduli dan turut berkontribusi,” ungkap Eka.
Melalui gerakan #BeraniGundul, penyelenggara berharap kesadaran publik terhadap kanker anak terus meningkat, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan, deteksi dini, pendampingan, dan pemulihan pasien kanker anak di Indonesia.(Sulist DS/Prs)