Bupati Fahmi Perintahkan Tutup Lubang Jalan Rusak

Bagikan :

Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif di depan peserta rapat koordinasi jajaran Forkopimda 

PURBALINGGA, EDUKATOR–Bupati Purbalingga, Fahmi M Hanif, meminta agar lubang-lubang di jalan raya dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati  segera diperbaiki. Pasalnya,  kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

“Jika belum bisa diperbaiki menyeluruh karena keterbatasan waktu, minimal lubang-lubang jalan ditutup agar meminimalkan risiko kecelakaan,” ujar Bupati Fahmi M Hanif dalam dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan lintas sektoral yang digelar di Operation Room Graha Adiguna, Senin (23/2/2026).

Foto bersama

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, Ketua DPRD H.R. Bambang Irawan, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Seperti diketahui, Satuan Lalu-Lintas Polres Purbaingga, Sabtu (21/2/2026) mengadakan survei jalur mudik sebagai langkah antisipasi menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Dari survai itu terungkap, ditemukan banyak jalan berlubang dan lampu penerangan jalan yang mati, sejak gerbang masuk arah ke Purbalingga dari Jompo hingga Bukatja, sehingga dikhawatirkan menimbulkan kerawanan bagi pengendara kendaraan bermotor, termasuk bagi pemudik.

Baca beritanya di https://edukator.id/waspada-jalur-mudik-purbalingga-banyak-lubang-dan-lampu-mati/.

Untuk itu, Pemkab Purbalingga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta instansi teknis terkait guna mempercepat perbaikan di titik-titik rawan. Selain itu, pengecekan dan perbaikan lampu penerangan jalan umum juga akan dilakukan agar jalur mudik tetap aman dilalui pada malam hari.

Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah berharap para pemudik dapat melintas dengan aman, nyaman, dan selamat saat memasuki wilayah Purbalingga selama musim Lebaran 2026.

Lonjakan Harga Sembako
Selanjutnya Bupati Fahmi mengemukakan, Ramadan selalu menghadirkan dinamika tersendiri di tengah masyarakat. Di satu sisi menjadi momentum peningkatan ibadah dan solidaritas sosial, namun di sisi lain terdapat sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi secara serius dan terkoordinasi. Salah satu perhatian utama adalah potensi lonjakan kebutuhan dan kenaikan harga semblan bahan pokok (Sembako).

Untuk itu, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga melalui pengawasan distribusi serta pelaksanaan operasi pasar bila diperlukan.

Selain itu, Pemkab Purbalingga juga menyiapkan program Gerakan Pangan Murah yang akan digelar selama Ramadan atau menjelang Idul Fitri.

“Kami juga akan melaksanakan pemberian bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan sehingga dapat membantu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok,” kata Bupati Fahmi.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan rasa tenang dalam menjalankan ibadah.

Ganguan Balap Liar, Petasan hingga Pencurian
Bupati Fahmi  turut menyoroti lonjakan aktivitas warga pada malam hari selama Ramadan. Situasi ini dinilai memberi dampak positif terhadap perputaran ekonomi, khususnya pada sektor industri serta usaha makanan dan minuman yang menjadi penopang PDRB Kabupaten Purbalingga.

Namun di sisi lain, meningkatnya aktivitas malam juga berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, seperti balap liar, aksi gang motor, penggunaan petasan, hingga kegiatan sahur on the road yang tidak tertib.

“Potensi ekonomi harus kita jaga, tetapi ketertiban umum juga harus menjadi perhatian bersama. Karena itu saya meminta dukungan jajaran TNI-Polri dan seluruh unsur terkait untuk meningkatkan langkah-langkah preventif, khususnya saat pelaksanaan tarawih, tadarus, kegiatan sahur, serta menjelang Idul Fitri,” tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, patroli terpadu dan pengawasan di titik-titik keramaian akan ditingkatkan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman.

Selain itu, Pemkab juga mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Bupati meminta BPBD dan instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sistem peringatan dini. Respons cepat terhadap kondisi darurat menjadi prioritas untuk melindungi keselamatan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fahmi turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama selama Ramadan.

“Bulan Ramadan adalah momentum memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan sehingga suasana tetap damai dan harmonis,” katanya. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

pol2
Unsoed Kerja Sama dengan Polda Jateng
6116141809168748402
Bupati Fahmi Perintahkan Tutup Lubang Jalan Rusak
sae1
Pemuda Karangsentul Hidupkan Spirit "Urip Iku Urup" di Masjid Al Hidayah
bupati sadewo2
Bupati Sadewo Ajak Masyarakat "Brayan Mbangun Banyumas PAS"
jalan berlubang1
Waspada ! Jalur Mudik Purbalingga Banyak Lubang dan Lampu Mati