Ramadan di SMAN 1 Purbalingga Jadi Ajang Penataan Hati

Bagikan :

Dengan tertib dan khusyuk, para murid SMAN 1 Purbalingga mendengarkan kultum yang disampaikan secara bergantian oleh  Plt kepala sekolah hingga sejumlah guru.. (Foto: Humas SMAN 1 Purbalingga/EDUKATOR)  

PURBALINGGA, EDUKATOR–Nuansa Ramadan di SMA Negeri 1 Purbalingga tahun ini dimaknai sebagai momentum penguatan iman dan penataan hati. Setiap hari, usai menunaikan salat zuhur berjamaah di masjid sekolah, sejumlah guru secara bergantian menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sebagai sarana pembinaan karakter bagi seluruh murid dan warga sekolah yang beragama Islam.

Hikmah Isra Mikraj dan Disiplin Salat
Pada Selasa (24/2/2026), Plt Kepala SMAN 1 Purbalingga, Nur Samsudin, S.Pd.Fis., menyampaikan tausiyah mendalam bertema Isra Mikraj. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa salah satu hikmah besar dari peristiwa tersebut adalah penetapan kewajiban salat lima waktu yang memiliki makna spiritual mendalam.

“Salat menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan sehari-hari. Peristiwa Isra Mikraj tidak hanya mengukuhkan pentingnya salat, tetapi juga menegaskan kekuatan iman dan ketakwaan,” ujar Nur Samsudin di hadapan para murid.

Ia menambahkan, melalui salat, umat Islam dapat memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta serta mencari ketenangan batin. “Hikmah salat mencakup dimensi spiritual, mental, dan fisik: mencegah perbuatan keji dan mungkar, membersihkan dosa, menenangkan jiwa, serta mendidik kedisiplinan,” ujarnya.

Rangkaian Materi Penguat Karakter
Kegiatan kultum selama pekan ini menghadirkan beragam materi yang menggugah kesadaran religius para murid. Sebelumnya, pada Senin (23/2/2026), Sigit Adi Pambudi, S.Pd., M.Pd., membuka rangkaian dengan materi pentingnya menjaga waktu salat, merujuk pada Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 103.

Estafet dakwah dilanjutkan pada Rabu (25/2/2026) oleh Nurjanah Khusnul Khotimah, S.Pd.I., M.Pd., yang mengupas tuntas keutamaan berbakti kepada orang tua. Sementara itu, pada Kamis (26/2/2026), F. Siti Fatkhurrohmah, S.Ag., memberikan pemahaman mengenai tiga sebab yang dapat membatalkan pahala puasa.

Melalui rangkaian pesan religi ini, pihak sekolah berharap para murid mampu menjaga kemurnian ibadah puasa agar tetap bernilai , sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bersyukur. (Muhammad Syaifudin/Prs)

 

BERITA TERKINI

padamara3
Kuota Tetap 288, Persaingan Masuk SMAN 1 Padamara Diprediksi Makin Ketat
pensiunan tertipu
Korban Dugaan Penipuan Oknum Bank "Mandiri Taspen" Purwokerto Bertambah, Kerugian Lebih Rp 1,3 Miliar
uin saizu
UIN Saizu Buka Pendaftaran Jalur Mandiri Sertifikat UTBK, Simak Jadwal dan Syaratnya
NOKKAOS
Parenting Gen Z dan Alpha, Tantangan Orang Tua dalam Mendidik Anak
fauzi27
The Onoda Effect: Mengubah Budaya Terlambat Menjadi Integritas Waktu di Sekolah