*Layak Jadi Model Layanan Kesehatan Digital untuk Seluruh Indonesia

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin beserta rombongan dan Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif beserta jajaran kesehtan di Purbalingga foto bersama. (Foto: Prokompin Setda Purbalingga/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR— Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menilai pelaksanaan program SPHERES (Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites) di Kabupaten Purbalingga berjalan sangat baik dan berpotensi menjadi model layanan kesehatan digital untuk seluruh Indonesia.
SPHERES adalah kolaborasi antara Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU Indonesia), Gates Foundation, dan Kemenkes RI. Program ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan primer melalui digitalisasi data di Puskesmas dan Posyandu, memudahkan deteksi dini penyakit, serta mendorong pengambilan keputusan berbasis bukti.
“Program SPHERES di Purbalingga bagus sekali. Mudah-mudahan nanti bisa jadi contoh untuk diimplementasikan di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Saya minta, kalau bisa dalam tiga tahun bertahap bisa diterapkan di seluruh puskesmas di Indonesia,” ujar Menkes saat berkunjung ke Purbalingga, Selsa (10/3/2026).
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan jajaran tenaga kesehatan di Purbalingga. (Foto: Prokompin Setda Purbalingga/EDUKATOR)
Dalamkunjungan tersebut, Menkes dan rombongan meninjau Posyandu Lestari 5 Bancar, Puskesmas Purbalingga Kota, serta Public Health Data Theatre Dinas Kesehatan Purbalingga.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menilai, Purbalingga berhasil menjadi salah satu daerah percontohan transformasi digital layanan kesehatan primer, bersama Kabupaten Lombok Barat.
Transformasi Digital Layanan Kesehatan Berbasis Data
Budi menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya transformasi digital layanan kesehatan primer. “Memang kita ada kerja sama untuk mengimplementasikan digitalisasi layanan di puskesmas dan posyandu. Jadi satu percontohan di Lombok Barat dan satu lagi di Purbalingga. Sekarang kita melihat progres programnya seperti apa,” ujarnya.
Ia menekankan, digitalisasi layanan kesehatan bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi bagaimana data tersebut dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit sejak dini.
“Tujuannya bukan hanya data. Data itu harus dipakai agar masyarakat kita lebih sehat. Misalnya kasus darah tinggi, kalau didiamkan bisa menjadi stroke, jantung, atau gagal ginjal. Dengan data ini kita bisa tahu siapa yang perlu ditangani lebih dulu supaya tidak sampai dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Selain itu, integrasi sistem membantu mengurangi beban administrasi tenaga kesehatan. “Tenaga di puskesmas dan posyandu terlalu banyak aplikasi. Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini diharapkan mereka bisa lebih fokus melayani masyarakat, bukan sibuk mengisi laporan,” tambah Menkes.
Bupati Fahmi: Data Real Time Permudah Kebijakan Kesehatan
Menindaklanjuti pernyataan Menkes, Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menekankan manfaat SPHERES bagi pemerintah daerah dalam mengetahui kondisi kesehatan masyarakat secara real time. Dengan data digital ini, pemerintah bisa menentukan program prioritas yang tepat sasaran.
“Sekarang kami bisa melihat data riil kesehatan masyarakat secara langsung. Dari situ, kebijakan dan program prioritas bisa segera ditentukan sesuai kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Fahmi.
Manfaat Nyata untuk Masyarakat
Program SPHERES mengintegrasikan aplikasi Bidanku dan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk Buku KIA, sehingga data pasien cukup diinput satu kali dan langsung terhubung ke sistem nasional.
Chris Elias, President of Global Development Gates Foundation, menilai implementasi SPHERES di Purbalingga sebagai awal yang baik dalam memperkuat sistem kesehatan berbasis data.
Kemenkes RI juga berperan sebagai mitra nasional, memfasilitasi implementasi, memberikan arahan, mengevaluasi progres, dan menargetkan perluasan program ke seluruh kabupaten/kota dalam tiga tahun ke depan.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan manfaat nyata program ini di daerahnya: “Pelayanan kesehatan lebih cepat dan kondisi masyarakat bisa terdeteksi lebih dini, sehingga penanganannya juga lebih cepat.” katanya.
Dengan implementasi SPHERES, pemerintah daerah diharapkan mampu mengefektifkan layanan kesehatan, mendorong pencegahan penyakit, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Prasetiyo)