*Azab bagi Orang yang Sengaja Meninggalkan Puasa Ramadan

Ustaz Ahmad Luthfi memberikan tausiyah di hadapan para murid SMK PGRI 1 Plus Semarang. (Foto: Purwanto/EDUKATOR)
SEMARANG, EDUKATOR–SMK PGRI 1 Plus Semarang menggelar kegiatan Gema Ramadan 1447 Hijriah yang diisi dengan tausiyah menjelang buka puasa bersama, Selasa (10/3/2026). Tausiyah tersebut disampaikan oleh Ustaz Ahmad Luthfi yang juga guru Pendidikan Agama Islam di sekolah tersebut.
Kegiatan Gema Ramadan tersebut dihadiri Kepala SMK PGRI 1 Plus Semarang Sri Sulastri S.Pd., M.Pd., para wakil kepala sekolah, guru, karyawan, serta seluruh murid kelas X, XI, dan XII.
Suasana Gema Ramadan di SMK PGRI 1 Plus Semarang. (Foto: Purwanto/EDUKATOR)
Dalam tausiyah singkatnya, Ahmad Luthfi mengingatkan para murid tentang keutamaan puasa di bulan Ramadan serta pentingnya menjalankan ibadah tersebut dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Puasa adalah ibadah yang memiliki banyak keistimewaan. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat menyebutkan ibadah puasa tidak memiliki tandingan (laa mitsla lahu), karena puasa merupakan ibadah yang menggabungkan tiga kesabaran sekaligus,” ujar Ahmad Luthfi di hadapan para murid dan guru.
Puasa Mengajarkan Tiga Kesabaran
Menurut Ahmad Luthfi, orang yang berpuasa belajar menumbuhkan tiga bentuk kesabaran dalam kehidupannya.
“Ada tiga kesabaran sekaligus bagi orang yang berpuasa, yakni sabar dalam ketaatan, sabar dalam menghindari maksiat, dan sabar atas ketentuan Allah,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa sahabat Abu Umamah pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang amalan yang dapat memasukkannya ke dalam surga. Rasulullah kemudian menganjurkan agar ia berpuasa.
“Hadis ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat ditekankan, baik puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah, karena dampaknya yang luar biasa terhadap keikhlasan diri,” kata Ahmad Luthfi.
Peringatan bagi yang Meninggalkan Puasa
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga menyampaikan kisah dari hadis riwayat Abu Umamah Al-Bahili r.a. yang menggambarkan azab bagi orang yang sengaja meninggalkan puasa Ramadan tanpa alasan yang dibenarkan.
Ia menceritakan kisah ketika Rasulullah diperlihatkan seseorang yang digantung terbalik dengan kaki di atas dan kepala di bawah, sementara mulutnya mengeluarkan darah.
“Ketika hal itu ditanyakan kepada malaikat yang berada di dekatnya, malaikat menjawab bahwa itu adalah gambaran azab dahsyat bagi orang yang sengaja berbuka puasa sebelum waktunya atau tidak berpuasa Ramadan tanpa uzur,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengingatkan para siswa yang telah memiliki kewajiban berpuasa agar tidak meninggalkan ibadah tersebut.
“Karena itu, kalian yang sudah punya kewajiban berpuasa jangan meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadan, khususnya yang laki-laki. Kalau anak perempuan sedang haid memang tidak boleh berpuasa, tetapi harus menggantinya pada hari atau bulan yang lain,” terangnya.
Buka Puasa Bersama dan Salat Maghrib
Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti para guru dan murid, kemudian dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah.(Purwanto/Prs)