*Masih jadi Destinasi Wisata Favorit

PURBALINGGA, EDUKATOR–Libur Lebaran 2026, Owabong Water Park Purbalingga dikunjungi 28.704 wisatawan dan tetap menjadi destinasi wisata favorit masyarakat. Tingginya angka kunjungan tersebut tercatat dalam periode 22 hingga 25 Maret 2026.
Manager Owabong Water Park , Budi Anggoro, mengatakan, antusiasme pengunjung menunjukkan minat berwisata di Purbalingga masih sangat tinggi.
“Owabong masih menjadi destiasi wisata favorit untuk liburan di Purbalingga,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Dragon Water Coaster dan Flyboard jadi Magnet
Ia menjelaskan, lonjakan jumlah wisatawan dipengaruhi hadirnya wahana baru serta berbagai hiburan menarik. Salah satunya dragon water coaster, yaitu wahana seluncuran air panjang yang dirancang seperti roller coaster dengan lintasan sekitar 150 meter, sehingga memberikan sensasi meluncur yang cepat dan menantang.
Selain itu, atraksi flyboard kembali digelar dan menjadi daya tarik tersendiri. Flyboard merupakan pertunjukan air menggunakan papan khusus yang terhubung dengan jet air bertekanan tinggi, sehingga pemain dapat melayang dan bermanuver di atas permukaan kolam. Pengunjung juga disuguhi hiburan live music di panggung utama guna menambah kenyamanan selama berwisata.
“Atraksi flyboard ini menjadi ciri khas Owabong. Wahana baru ini kami hadirkan untuk memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung,” jelasnya.
Layanan Ditingkatkan, Pengunjung Makin Nyaman
Pengelola turut meningkatkan pelayanan dengan merenovasi dan memperluas area parkir serta menambah kantong parkir yang melibatkan masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa libur.
Area parkir tambahan juga disiapkan di luar lokasi utama. Pengunjung yang memanfaatkan fasilitas tersebut mendapat layanan shuttle gratis, yaitu layanan antar-jemput tanpa biaya menggunakan kendaraan yang disediakan pengelola, untuk memudahkan akses dari area parkir menuju lokasi wisata.
“Kami menambah lahan parkir dan menyediakan shuttle gratis agar pengunjung tetap nyaman,” tambah Budi.
Tingginya jumlah wisatawan tidak hanya berdampak positif pada sektor pariwisata, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar, terutama melalui pemanfaatan lahan parkir dan aktivitas pendukung lainnya.(Prasetiyo)