Tim Peneliti FISIP Unsoed Kaji Pertanian di Bantaran Sungai Winongo Yogyakarta

Bagikan :

Tim peneliti FISIP Unsoed bersama  kelompok tani di kawasan bantaran Sungai Winongo. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)

PURWOKERTO, EDUKATOR–Tim Peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) komunikasi pembangunan partisipatif model pertanian di bantaran Sungai Winongo, Yogyakarta.

Hal itu sebagai upaya penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Kegiatan yang menjadi bagian dari Penelitian Fundamental Reguler itu berlangsung pada 6-7 Mei 2026 di Kampung Pakuncen, Tegalsari WB I, Wirobrajan, Kota Yogyakarta.

Ketua Peneliti, Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.IP., M.A., mengatakan FGD dilakukan untuk mempelajari keberhasilan masyarakat dalam mengelola bantaran sungai secara produktif dan berkelanjutan.

“Kami ingin belajar bagaimana masyarakat memanfaatkan bantaran sungai untuk mendukung ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya kepada EDUKATOR di Purwokerto, Kamis (14/5/2026).

Suasana FGD komunikasi pembangunan partisipatif model pertanian di bantaran Sungai Winongo, Yogyakarta.(Foto: Istimewa/EDUKATOR)

Menurutnya, praktik yang berkembang di bantaran Sungai Winongo diharapkan dapat diadaptasi di kawasan bantaran Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas.

Penelitian berjudul “Komunikasi Pembangunan Partisipatif untuk Ketahanan Pangan: Studi Transfer dan Adaptasi Model Pertanian Bantaran Sungai di Yogyakarta ke Jawa Tengah” tersebut, didanai melalui program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Selain menjadi bagian dari riset akademik, kegiatan itu juga ditujukan untuk mendekatkan dunia kampus dengan masyarakat.

Penelitian dipimpin Prof. Dr. Shinta Prastyanti, S.IP., M.A., bersama Prof. Dr. Dwiyanto Indiahono, M.Si., dan Elpeni Fitrah, S.Sos., M.A., Ph.D. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed.

Libatkan Kelompok Tani Bantaran Sungai
FGD diikuti sejumlah kelompok tani di kawasan bantaran Sungai Winongo, antara lain Kelompok Tani Winongo Asri, Tu’ingkali, Darling, Ngudi Makmur, dan Tegal Asri. Meski dikenal sebagai Kelompok Tani Wanita, beberapa kelompok juga memiliki anggota laki-laki.

Suasana FGD berlangsung interaktif dan penuh keakraban. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)

Untuk menciptakan suasana diskusi yang lebih efektif, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok dengan pendampingan fasilitator dari tim peneliti Unsoed.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, PPL Swadaya Kemantren Wirobrajan, serta ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kemantren Wirobrajan.

Akan Diadaptasi di Banyumas
Melalui penelitian tersebut, tim peneliti berharap dapat menemukan model komunikasi pembangunan partisipatif yang adaptif dan efektif guna mendukung program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Hasil penelitian nantinya diharapkan menjadi rekomendasi pengembangan kawasan bantaran sungai yang produktif, berdaya guna, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah, khususnya kawasan bantaran Sungai Serayu di Kabupaten Banyumas. (Prasetiyo)

 

 

 

BERITA TERKINI

jalur6
“No Titip, No Jastip”, SPMB SMA/SMK Jateng Dibuka Mulai 3 Juni 2026
FULAD6
Trump di Beijing dan Pertarungan Menentukan Abad Asia, Ketika Amerika Menyadari China Tidak Lagi Bisa Ditekan
apotek3
Baru Buka, Apotek EL SEVEN 24 Purbalingga Layani Konsultasi Apoteker Gratis
bs1
Tim Peneliti FISIP Unsoed Kaji Pertanian di Bantaran Sungai Winongo Yogyakarta
tutup1
Meriah, Penutupan O2SN Jenjang SMP/MTs Purbalingga 2026