Suasana Kekeluargaan, Warnai Syawalan PWP–PiJAR

Bagikan :

*Dirangkai Tasyakuran Renovasi Griya Yunika Boutique Hotel

Profesor Nindya Pramono (berdiri) memberikan sambutan pada acara syawalan PWP-PiJAR dan tasyakuran selesainya renovasi Griya Yunika Boutique Hotel, Kamis (2/4/2026) malam. (Foto: Harta Nining Wijaya/EDUKATOR)

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai syawalan Perhimpunan Warga Pancasila (PWP) bersama komunitas PiJAR yang dirangkai dengan tasyakuran renovasi Griya Yunika Boutique Hotel, Kamis (2/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi momentum penting mempererat silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus ungkapan syukur atas rampungnya pembaruan fasilitas hotel.

Griya Yunika Boutique Hotel

Acara yang digelar di Griya Yunika Boutique Hotel, Jalan Gatutkaca No. 10, Wirobrajan, Yogyakarta itu, dihadiri  25 undangan dari internal PWP dan jejaring PiJAR. Selain sebagai ajang temu kangen, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antarkomunitas dalam suasana santai dan akrab.

Ruang Perjumpaan dan Harapan Baru
Dalam sambutannya, pembina PWP, Profesor Nindyo Pramono, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu. Ia berharap Griya Yunika dapat menjadi ruang perjumpaan yang memberi manfaat luas.

“Griya Yunika diharapkan jadi ruang perjumpaan hangat bersama,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan hikmah syawalan oleh Profesor Ratno Lukito dari UIN Yogyakarta. Ia menyoroti keunikan tradisi Syawal di Indonesia yang sarat nilai kebersamaan.

“Tradisi syawalan Indonesia memperkuat kohesi sosial masyarakat,” katanya.
Menurutnya, syawalan bukan sekadar seremoni, tetapi praktik sosial yang mempererat persatuan bangsa.

Doa Lintas Iman dan Kebersamaan
Nuansa khidmat semakin terasa saat doa tasyakuran dipimpin Pendeta Emeritus Bambang Sumbogo. Doa tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar Griya Yunika membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Syukur atas renovasi, semoga membawa manfaat luas,” tuturnya.

Seluruh rangkaian acara dipandu Dr Saifudin Zuhri dengan suasana cair dan komunikatif. Kegiatan dimulai sejak sore hari dengan welcome drink, dilanjutkan sambutan, hikmah syawalan, doa, hingga ramah tamah sebagai inti kebersamaan.

Usai acara inti, para tamu meninjau bangunan hotel dua lantai yang memiliki 20 kamar, lengkap dengan restoran dan kolam renang. Dalam suasana santai, peserta saling berbagi cerita dan gagasan, memperkaya makna silaturahmi pasca-Ramadan.

Pertemuan ini menegaskan bahwa kegiatan sederhana dalam komunitas mampu menjadi fondasi kuat dalam merawat persaudaraan, keberagaman, serta semangat gotong royong.(Harta Nining Wijaya)

BERITA TERKINI

nandur2
Komunitas Patanjala Tanam 5.000 Bibit Pohon di Lereng Slamet
duet kombes dan mayjen
Amerika Dikepung Tanpa Sadar, Indonesia Harus Waspada
pwp
Suasana Kekeluargaan, Warnai Syawalan PWP–PiJAR
kormi
2026, Ditargetkan 27 Pengurus KORMI Kecamatan di Banyumas Terbentuk
fulad2
Amerika Dikepung Tanpa Tahu: Sebuah Analisis dari Geopark Ciletuh