Rayakan HUT ke 70, Yayasan Santa Maria Dorong Transformasi Pembelajaran

Bagikan :

PURBALINGGA, EDUKATOR–Yayasan Santa Maria, yayasan pendidikan Katolik yang menaungi sejumlah sekolah dari jenjang TK, SD, SMP  hingga SMA di Purbalingga, Pekalongan, Yogyakarta, dan Tawangmangu, menggelar Lokakarya Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Yayasan Santa Maria. Kegiatan tersebut digelar  di Aula SMP St. Borromeus Purbalingga, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan bertema “Transformasi Pembelajaran melalui Siklus PLC 90 Hari: Dari Keterasingan Menuju Habitus Baru Pembelajaran” itu diikuti 176 guru dan karyawan dari berbagai unit pendidikan di bawah Yayasan Santa Maria.

Selain seminar dan lokakarya pendidikan, peringatan HUT tersebut juga diisi dengan peluncuran ID Card baru hasil kerja sama dengan BRI, pemaparan blue print Yayasan Santa Maria 2025–2034, refleksi perjalanan yayasan, pameran karya siswa, pentas seni, hingga misa syukur bersama. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum peresmian aula baru SMP St. Borromeus Purbalingga.

Provinsial SND Indonesia, Sr. Maria Robertine, SND dalam sambutannya menekankan pentingnya pendampingan peserta didik agar mampu berkembang menjadi pribadi yang unggul dan berkarakter.

Sr.Maria Robertine,SND …Provinsial SND Indonesia

Ia mendorong seluruh karya pendidikan di bawah Yayasan Santa Maria untuk terus mengoptimalkan pembinaan siswa sehingga lahir generasi yang cerdas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu bekerja sama membantu sesama.

“Pendidikan harus membentuk pribadi yang mampu menjadi berkat bagi orang lain,” ujarnya.

Pendidikan Harus Tetap Berakar pada Karakter
Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Dra. Rudi Mulyatiningsih M.Pd yang hadir dlam kesempatan itu, menyampaikan bahwa perjalanan 70 tahun menjadi bukti Yayasan Santa Maria telah memiliki akar kuat dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, pengalaman menghadapi berbagai tantangan selama puluhan tahun membuat sekolah-sekolah di bawah yayasan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.

“Utamakan membangun karakter yang kuat di tengah kemajuan teknologi,” katanya.

Peluncuran ID Card Baru

Sementara itu, peluncuran ID Card baru Yayasan Santa Maria dilakukan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Santa Maria, Sr. Maria Elfrida, SND bersama perwakilan 10 unit pendidikan dari Purbalingga, Pekalongan, Yogyakarta, dan Tawangmangu.

Sr. Maria Elfrida, SND berharap kerja sama tersebut mampu menambah semangat seluruh guru dan karyawan dalam berkarya serta melakukan transformasi pembelajaran di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan yang sama, yayasan juga memperkenalkan cetak biru (blue print) Yayasan Santa Maria 2025–2034 sebagai arah pengembangan pendidikan dalam satu dekade mendatang.

Sekolah Katolik Menjadi Sekolah Pengharapan
Narasumber seminar, FX. Risang Baskara, PhD, dosen Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, menyoroti pentingnya transformasi pendidikan Katolik melalui pendekatan pedagogik pengharapan.

Ia mengatakan sekolah Katolik harus mampu menjadi ruang yang menumbuhkan harapan bagi peserta didik sehingga mereka dapat berkembang menjadi pribadi transformatif, berkarakter, dan bermanfaat bagi sesama.

“Sekolah Katolik harus menjadi sekolah yang berpengharapan,” ungkapnya.

Rangkaian HUT ke-70 Yayasan Santa Maria juga menghadirkan refleksi perjalanan yayasan selama tujuh dekade dalam dunia pendidikan. Semangat tersebut dirangkum dalam tema besar pendidikan Yayasan Santa Maria, yakni “Berakar dalam Nilai, Bertumbuh dalam Pembelajaran, dan Berbuah bagi Sesama.” (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Erosi Strategis Israel, Perang Gaza dan Perubahan Arsitektur Keamanan Timur Tengah
nokman26
Peran AI dalam Dunia Pendidikan: Peluang dan Tantangan bagi Guru dan Siswa
santa1
Rayakan HUT ke 70, Yayasan Santa Maria Dorong Transformasi Pembelajaran
6086661548785995410
PNS Baru Jangan Mudah Jaminkan SK untuk Kredit di Bank
6086925620555223178
HUT Ke-76 IGTKI PGRI, Bupati Fahmi Tegaskan Pendidikan Investasi Terbaik Daerah