
Dosen Pascasarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Sidik Awaludin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.M.B. (Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Ini kabar gembira bagi penderita hipertensi dan jantung koroner. Hadir E-TITENKU (Electronic-Tindak Lanjut Tensiku, aplikasi berbasis website untuk deteksi dini kedua penyakit yang dikategorikan sebagai “silent killer” atau penyakit yang membunuh secara diam-diam tanpa tanda yang jelas.
Ke depan, E-TITENKU direncanakan dapat diunduh secara gratis melalui Play Store di smart phone. Aplikasi ini mampu merekam tekanan darah sekaligus mengategorikan tingkat hipertensi secara otomatis berdasarkan data yang diinput pengguna.
Dosen Pascasarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Sidik Awaludin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.M.B., mengungkapkan, inovasi ini berangkat dari temuan rendahnya kesadaran masyarakat. “Hasil penelitian saya sebelumnya, 80% masyarakat tidak menyadari kalau dia mengalami hipertensi,” ujarnya di Purwokerto, Senin (13/4/2026).
Dr. Sidik Awaludin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.M.B., menunjukkan cara kerja E-TITENKU.(Foto: Humas Unsoed/EDUKATOR)
Sidik Awaludin menyayangkan kondisi tersebut, karena hipertensi merupakan mother of disease, yaitu penyakit induk yang dapat memicu berbagai gangguan serius, termasuk jantung koroner.
Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal. Karena sering tidak menimbulkan gejala, hipertensi dikenal sebagai “silent killer” atau penyakit yang membunuh secara diam-diam tanpa tanda yang jelas.
Kondisi ini juga menjadi pintu masuk berbagai penyakit serius, salah satunya penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh penumpukan plak lemak sehingga aliran darah terganggu dan berisiko memicu serangan jantung.
Berangkat dari persoalan tersebut, Sidik Awaludin mengembangkan E-TITENKU sebagai solusi deteksi dini berbasis teknologi.
Berawal dari Minimnya Kesadaran Masyarakat
Aplikasi ini dirancang agar masyarakat dapat memantau kondisi kesehatannya secara mandiri. Setiap pengguna memperoleh akun untuk mengakses sistem, kemudian memasukkan hasil pengukuran tekanan darah secara berkala.
Data tersebut diolah untuk menentukan kategori hipertensi sekaligus memberikan rekomendasi penanganan awal yang sesuai.
“Masukkan tensi atas dan bawah, misalnya 110/80. Setelah itu sistem akan memberikan interpretasi sekaligus langkah yang perlu dilakukan,” jelasnya.
Dengan sistem ini, pengguna tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga mendapatkan panduan praktis untuk tindakan awal.
Cara Kerja dan Pengembangan Aplikasi
Sistem berbasis website ini masih dalam tahap pengembangan bersama tim informatika. Karena itu, alamat resmi aplikasi belum dipublikasikan dan belum dapat diakses secara luas.
Sidik Awaludin menegaskan, pengembangan akan terus dilanjutkan hingga siap digunakan secara umum, termasuk rencana menghadirkannya dalam bentuk aplikasi ponsel yang dapat diunduh di Play store secara gratis.
“Kami masih menyempurnakan sistem. Jika sudah final, akan kami rilis agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” ujarnya.
Dampak Nyata dan Dukungan Pengembangan
Pemanfaatan sistem ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hipertensi secara signifikan. Tingkat ketidaksadaran yang sebelumnya mencapai 80 persen kini turun menjadi sekitar 10 persen.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kesinambungan pelayanan yang mencakup aspek promotif, preventif, dan kuratif dalam satu alur terpadu. Selain itu, dukungan monitoring serta hibah dari Unsoed turut memperkuat keberlanjutan inovasi ini.
Sidik Awaludin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan sistem ini. “Kita tidak bisa sendiri. Saat ini yang saya kembangkan adalah multi-profesi dan multi-center, supaya hasilnya lebih komprehensif,” jelasnya.
Dorong Integrasi Layanan Kesehatan
Pengembangan inovasi ini diharapkan dapat terintegrasi dengan layanan kesehatan formal, sehingga pemantauan kondisi masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan dan lebih efektif.
“Integrasi ini penting agar hubungan antara masyarakat dan layanan kesehatan menjadi lebih harmonis,” kata Dr. Sidik.
Dukung Target Kesehatan Global
Inovasi E-TITENKU turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan. Dengan menekan angka ketidaksadaran hipertensi, sistem ini mendukung upaya pencegahan penyakit tidak menular serta pengurangan risiko kematian dini.
Selain itu, pengembangan aplikasi lokal ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam memantau kesehatannya sendiri.
E-TITENKU menjadi bukti bahwa inovasi akademisi mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dengan pengembangan berkelanjutan dan integrasi sistem yang baik, aplikasi ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan melek teknologi menuju Indonesia Emas 2045.(Prasetiyo)