*Perkuat Rehabilitasi Narkoba Berbasis Desa

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Dr H Nasrudin, S.Ag, M.M.Pd memberikan pengarahan kepada peserta Bimtek
PURBALINGGA, EDUKATOR–Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga melatih lima agen pemulihan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) “Dasataka” Desa Dagan melalui bimbingan teknis (bimtek) selama tiga hari, 15–17 April 2026. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan rehabilitasi narkoba hingga tingkat desa.
Tingkatkan Kapasitas Agen Pemulihan
Bimtek yang berlangsung selama 22 jam pelajaran tersebut dibuka langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Dr H Nasrudin, S.Ag, M.M.Pd pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas agen pemulihan agar mampu menangani penyalahguna narkotika kategori ringan secara tepat.
Foto bersama jajaran BNN Kabupaten Purbalingga dengan peserta Bimtek.
Nasrudin mengungkapkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa usia 15–64 tahun. Prevalensi adalah persentase atau jumlah kasus yang terjadi dalam suatu populasi pada waktu tertentu. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 1,73 persen.
“Kondisi ini membutuhkan upaya luar biasa, salah satunya melalui rehabilitasi berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Materi Praktis dan Kolaboratif
Secara teknis, pelatihan diisi dengan penguatan materi dan praktik yang disampaikan oleh konselor, asisten konselor, serta dokter dari Klinik BNN Kabupaten Purbalingga. Para peserta mendapatkan pemahaman dasar tentang penyalahgunaan narkoba serta pelaksanaan IBM berkelanjutan.
Ketua Tim Rehabilitasi BNN Purbalingga, Awan Pratama, S.IP, M.I.Pol menambahkan, pelatihan juga menekankan praktik kolaborasi lintas sektor dalam layanan rehabilitasi berbasis masyarakat.
Ketua Tim Rehabilitasi BNN Purbalingga, Awan Pratama memberikan materi kepada peserta Bimtek.
Libatkan Berbagai Unsur Desa
Program IBM “Dasataka” tidak berjalan sendiri. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, jejaring pendidikan, fasilitas kesehatan, serta organisasi masyarakat di Desa Dagan, termasuk PKK dan kelompok keagamaan.
Sinergi tersebut telah terjalin sejak 2023 hingga 2025 dan akan terus diperkuat pada 2026 agar semakin banyak warga yang terjangkau layanan rehabilitasi.
Perpanjangan Tangan BNN di Masyarakat
BNN menegaskan bahwa IBM merupakan inovasi untuk menjawab keterbatasan fasilitas rehabilitasi, khususnya bagi penyalahguna dengan tingkat ketergantungan ringan.
Melalui pelatihan ini, agen pemulihan diharapkan mampu menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam penanganan narkoba di desa.
“IBM adalah kepanjangan tangan BNN yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata Awan Pratama. (Prasetiyo)