*Prestasi Meningkat Tajam, Dari 3 Jadi 7 Murid
Tujuh murid kelas IX MTsN 1 Kebuen, yang lolos seleksi di SMA Taruna Nusantara di Magelang. (Foto: Humas MTsN 1 Kebumen/EDUKATOR)
KEBUMEN, EDUKATOR–Tujuh murid MTsN 1 Kebumen yang saat ini duduk di kelas IX berhasil menembus seleksi akhir SMA Taruna Nusantara, salah satu sekolah menengah paling bergengsi di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi prestasi membanggakan sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Ketujuh murid tersebut adalah Nandano Ahnaf Muazzam, Adinda Pradini, Rozin Fabian Adinata, Athaya Nabila Putri Luberiyanto, Khalisa Aulia Uswah, Falisha Zulfa Hanifah, dan Arin Nur Fahma. Mereka dinyatakan lolos setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang diikuti peserta dari berbagai daerah.
Kepala MTsN 1 Kebumen, Siti Rojiatur Rochmah, S.Ag, M.Pd mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para murid, guru, dan orang tua murid atas capaian tersebut.
“Selamat untuk anak-anakku. Terima kasih kepada guru dan orang tua. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh murid,” tuturnya di MTsN 1 Kebumen, Senin (27/4/2026).
Lonjakan Prestasi yang Signifikan
Wakil Kepala MTsN 1 Kebumen bidang Humas, Irkham Basyir menambahkan, capaian ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu hanya tiga murid yang lolos. Sekarang menjadi tujuh. Ini pencapaian luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras murid serta dukungan penuh dari pihak madrasah dan orang tua.
Kisah Inspiratif dan Peran Program IBS
Salah satu sorotan datang dari Nandano Ahnaf Muazzam, murid asal Kedungpring, Kemranjen, Banyumas. Ia mencatat prestasi dengan lolos di dua sekolah unggulan sekaligus, yakni MAN Insan Cendekia Serpong dan SMA Taruna Nusantara.
Nandano menilai pengalaman belajar di MTsN 1 Kebumen melalui program IBS (Islamic Boarding School) menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakternya. Program ini merupakan sistem pendidikan berbasis asrama yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembinaan keagamaan, kedisiplinan, dan kemandirian.
“Saya ingin melatih diri menjadi pribadi mandiri dan sederhana, serta belajar riset dan teknologi di Matansa. Kehidupan asrama melatih disiplin dan kebersamaan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada adik kelasnya agar berani bermimpi dan terus berusaha. “Tetap semangat meraih mimpi. Semua bisa tercapai dengan usaha keras. Tetap berdoa dan fokus,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Adinda Pradini. Ia mengaku termotivasi melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi bangsa.
“Saya ingin berkembang dalam akademik, kedisiplinan, dan kepemimpinan, serta berkontribusi untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Motivasi untuk Warga Madrasah
Pihak madrasah berharap capaian ini tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemicu semangat bagi murid lainnya untuk terus berprestasi.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa murid MTsN 1 Kebumen memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya belajar dan mendorong seluruh warga madrasah untuk terus memberikan yang terbaik.
Dengan capaian ini, MTsN 1 Kebumen optimistis dapat terus melahirkan generasi unggul yang siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa di masa depan. (Humas MTsN 1 Kebumen/Prs)