
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Dr Sadimin (kiri) didampingi Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M.Hum
SEMARANG, EDUKATOR–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menyatakan masih kekurangan guru pada sejumlah mata pelajaran strategis, khususnya Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Fisika. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada keberlangsungan proses pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Dr Sadimin, menegaskan pentingnya rekrutmen guru dilakukan setiap tahun melalui seleksi CPNS. “Kami berharap setiap tahun ada pembukaan lowongan, supaya kebutuhan guru bisa tercukupi,” ujarnya saat menghadiri Konferensi Kerja Provinsi PGRI di Semarang, Sabtu (25/4/2026.
Disdik Jateng Kelola SMA dan SMK
Sebagai instansi yang membawahi pendidikan menengah, Disdikbud Jawa Tengah mengurusi SMA dan SMK negeri maupun swasta. Jumlah SMA di Jawa Tengah tercatat sekitar 800-an sekolah, terdiri dari ratusan sekolah negeri dan swasta. Sementara itu, jumlah SMK mencapai lebih dari 1.500 sekolah, didominasi oleh sekolah swasta.
Besarnya jumlah satuan pendidikan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan tenaga pengajar di wilayah ini.
Sadimin menjelaskan, saat ini distribusi guru belum merata. Beberapa mata pelajaran mengalami kekurangan tenaga pengajar. “Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Fisika masih kurang. Di SMK, jurusan teknik juga banyak yang kekurangan,” katanya.
Perbedaan kebutuhan antarwilayah membuat penanganan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
Banyak yang Pensiun
Selain kekurangan saat ini, pemerintah juga menghadapi gelombang pensiun guru dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, rekrutmen perlu dilakukan lebih awal agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar.
“Idealnya, guru pengganti sudah tersedia satu tahun sebelum pensiun, supaya estafet pengajaran tidak terputus,” tegasnya.
Dengan jumlah SMA dan SMK yang mencapai ribuan unit di Jawa Tengah, pemerintah berharap kebijakan rekrutmen rutin dapat menjaga kualitas pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan guru terpenuhi di seluruh daerah. (Prasetiyo)