Lima Dosen Faperta Unsoed Latih Para Santri di Banjarnegara

Bagikan :

Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P sedang menampaikan materi pelatihan.

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Lima dosen dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed, selama tiga hari (28-30/4/2026) memberikan pelatihan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pendampingan Wirausaha Baru (WUB) bagi santri di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan ini merupakan sinergi Fakultas Pertanian Unsoed bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkopukm) Kabupaten Banjarnegara. Tujuannya untuk mencetak santripreneur tangguh berbasis potensi lokal.

Kelima dosen Unsoed tersebut, terdiri Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D, Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P., Ratna Satriani, S.P., M.Sc., Kunandar Prasetyo, S.P., M.Si., dan Nur Wijayanti, S.TP., M.P.

Suasana pelatihan yang diikuti puluhan santri 

Mereka menyampaikan materi komprehensif meliputi manajemen usaha, pengembangan produk berbasis potensi lokal, pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan usaha mikro.

“Materi kami rancang aplikatif, agar peserta dapat langsung mengembangkan usaha mandiri sesuai potensi daerah masing-masing,” ujar Budi Dharmawan.

Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya dan Perwilayahan Industri Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Esti Wulandari, menegaskan kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2023 tentang fasilitasi dan sinergitas penyelenggaraan pesantren.

“Program ini menopang visi pembangunan Jawa Tengah sebagai penumpu pangan dan industri nasional yang maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Santri Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi
Kepala Disperindagkopukm Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro, menyambut positif program tersebut.

Ia menilai santri memiliki modal karakter kuat untuk berkembang di sektor usaha.

“Dengan keterampilan yang tepat, santri bisa menjadi penggerak ekonomi lokal,” katanya.

Program santripreneur ini bertujuan membentuk generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan nilai pesantren.

Ke depan, program ini diharapkan melahirkan jaringan wirausaha santri tingkat nasional sekaligus menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang berkelanjutan di Jawa Tengah dan Indonesia. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

FULAD6
Perang AS-Iran, Jangan Seret Indonesia Ke Bara Api
ChatGPT Image May 4, 2026, 05_43_07 PM
Implementasi Pengelolaan Perpustakaan JITU di Aksara Loka
slamet
Permudah Layanan Kepegawaian ASN, Banyumas Luncurkan Aplikasi SLAMET
jw3
Jurusan Bahasa Jawa Unnes Gelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar
lantik1
Bupati Banyumas Lantik 77 Pejabat Baru