Alih Kelola Politeknik Banjarnegara ke Unsoed Disepakati

Bagikan :

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Alih kelola Politeknik Banjarnegara (Polibara) ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) disepakati dalam pertemuan antara Rektor Unsoed dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat kunjungan kerja ke kampus tersebut, Rabu (29/4/2026). Langkah ini menjadi strategi memperkuat akses pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Politeknik Banjarnegara yang berdiri sekitar 2008 mengalami penurunan jumlah mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir, sehingga berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan dari APBD.

Kunjungan dipimpin Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU, ASEAN Eng., bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas serta tim.

Rombongan disambut Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana. bersama Sekretaris Daerah, perwakilan Badan Perencanaan, Pengembangan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora).

Langkah Strategis Perkuat Pendidikan Vokasi
Rektor Unsoed menegaskan, alih kelola ini bertujuan mengoptimalkan potensi pendidikan vokasi di Banjarnegara.

“Alih kelola ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga menawarkan tiga opsi lahan tambahan guna mendukung pengembangan kampus di bawah pengelolaan Unsoed.

Respons atas Penurunan Jumlah  Mahasiswa

Politeknik Banjarnegara yang berdiri sekitar 2008 mengalami penurunan jumlah mahasiswa dalam beberapa tahun terakhir, sehingga berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan dari APBD.

Pemerintah daerah berharap melalui alih kelola ini minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi kembali meningkat.

Saat ini, politeknik memiliki tiga program studi D3, yaitu Agroindustri, Kesehatan Lingkungan, dan Kebidanan, yang belum dimiliki Unsoed.

Proses Paralel Akademik dan Aset
Rektor menjelaskan, proses alih kelola akan dilakukan secara paralel, mencakup aspek akademik dan pengelolaan aset.

“Kami akan segera melakukan audiensi dengan kementerian terkait, sementara proses aset berjalan dan memerlukan persetujuan DPRD,” katanya.
Unsoed menargetkan proses ini dapat segera terealisasi dan dimanfaatkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

Dua Skenario Pengembangan Program
Dalam implementasinya, Unsoed menyiapkan dua skenario. Pertama, integrasi langsung program studi, mahasiswa, dan dosen ke dalam sistem Unsoed setelah mendapat persetujuan kementerian.

Kedua, jika program lama belum dapat dialihkan, Unsoed akan membuka program vokasi baru, seperti D3 Agribisnis, D3 Budidaya Ikan, D3 Sumber Daya Ternak, dan D3 Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan. Sementara itu, program lama tetap berjalan hingga mahasiswa menyelesaikan studi.

Selain itu, peluang pengembangan jenjang sarjana (S1) hingga pascasarjana (S2) juga terbuka di lokasi tersebut.

Fasilitas Dinilai Memadai
Berdasarkan hasil peninjauan, fasilitas yang dimiliki dinilai cukup lengkap dan dalam kondisi baik.

“Fasilitas yang ada hanya memerlukan sedikit penyesuaian agar sesuai standar Unsoed,” ujar Rektor.

Sebagai langkah awal, Unsoed mendorong pemerintah daerah untuk mulai menyosialisasikan program vokasi kepada masyarakat.

“Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program ini menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” ujarnya. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

FULAD6
Perang AS-Iran, Jangan Seret Indonesia Ke Bara Api
ChatGPT Image May 4, 2026, 05_43_07 PM
Implementasi Pengelolaan Perpustakaan JITU di Aksara Loka
slamet
Permudah Layanan Kepegawaian ASN, Banyumas Luncurkan Aplikasi SLAMET
jw3
Jurusan Bahasa Jawa Unnes Gelar Workshop Pengembangan Bahan Ajar
lantik1
Bupati Banyumas Lantik 77 Pejabat Baru