
Panitia menyerahkan trofi kepada juara
PURBALINGGA, EDUKATOR–Kecamatan Karangreja berhasil meraih juara pertama kategori putra, sedangkan Kecamatan Kemangkon menjadi juara pertama kategori putri dalam Kejuaraan Sepak Takraw Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD Kabupaten Purbalingga Tahun 2026. Pada kategori putra, juara kedua diraih Karangjambu, sementara Rembang dan Kejobong menempati posisi juara ketiga bersama. Adapun kategori putri menempatkan Rembang sebagai juara kedua serta Karangreja dan Purbalingga sebagai juara ketiga bersama.
Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Indoor SMA Negeri 2 Purbalingga pada 6–7 Mei 2026 itu diikuti sebanyak 216 atlet dari 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga.
Selama dua hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas. Dukungan official, pelatih, dan suporter turut menambah semarak suasana pertandingan.
“Kejuaraan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet sepak takraw berbakat di Purbalingga,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga Heru Sri Wibowo, S.Sos, M.Si.
Pertandingan Berlangsung Ketat
Sejak babak penyisihan hingga final, setiap tim menampilkan permainan terbaiknya. Teknik, kerja sama tim, dan strategi permainan menjadi penentu kemenangan dalam setiap pertandingan.
Sejumlah laga berlangsung sengit dan mengundang sorak penonton karena aksi atraktif para atlet di lapangan.
Pada kategori putra, Karangreja tampil dominan dengan permainan cepat dan koordinasi yang solid. Sementara Karangjambu juga menunjukkan performa impresif hingga berhasil menempati posisi runner-up.
Di kategori putri, Kemangkon tampil konsisten dengan pertahanan yang kuat sepanjang kompetisi. Rembang memberikan perlawanan sengit pada partai final sebelum akhirnya harus puas di posisi kedua.
Ajang Pembinaan Atlet Daerah
Kejuaraan sepak takraw O2SN SD tersebut menjadi salah satu ajang pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Purbalingga. Selain meningkatkan prestasi olahraga, kegiatan itu juga mempererat silaturahmi antaratlet melalui semangat fair play.
Panitia berharap kejuaraan tersebut dapat terus digelar secara rutin agar lahir atlet-atlet sepak takraw potensial yang mampu mengharumkan nama Purbalingga di tingkat provinsi maupun nasional. (Iko)