
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Banyumas, Lilik Darmawan, S.Si., M.I.Kom (kanan)
PURWOKERTO, EDUKATOR— Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan besar bagi dunia media dan perguruan tinggi dalam membangun citra serta menjaga kepercayaan publik.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Banyumas, Lilik Darmawan, S.Si., M.I.Kom., menegaskan, media dan kampus harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat.
“Perubahan teknologi harus direspons dengan strategi komunikasi yang tepat,” ujar Lilik Darmawan saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Media Relations dalam Meningkatkan Citra Media terhadap Perguruan Tinggi” di Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Rabu (13/5/2026). FGD dipandu Ustad Mukorobin, M.I.Kom dari RRI Purwokerto.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Dr. H. Ridwan, M.Ag, dan dihadiri Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Sunhaji, M.Ag., bersama puluhan wartawan media online, cetak, televisi, radio, dan pegiat media sosial.
Perubahan Pola Konsumsi Informasi
Dalam pemaparannya, Lilik Darmawan, S.Si., M.I.Kom., menjelaskan pola konsumsi informasi masyarakat kini mengalami perubahan signifikan. Berdasarkan data Reuters Institute dan Oxford yang dipresentasikan dalam forum tersebut, podcast telah menjadi sumber informasi hingga 15 persen, sedangkan AI chatbots mencapai 9 persen.
Ia juga memaparkan perkembangan teknologi AI, salah satunya OpenClaw, agen AI open-source yang mampu menjalankan berbagai tugas otomatis, mulai dari mengatur kalender, mengirim pesan, hingga memperbarui sistem tanpa campur tangan manual pengguna.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital membawa dampak besar terhadap industri media, termasuk dalam membangun hubungan antara media dan perguruan tinggi.
Media dan Kampus Harus Bersinergi
FGD tersebut juga membahas pentingnya strategi media relations dalam menjaga citra positif perguruan tinggi di tengah derasnya arus informasi digital.
Lilik Darmawan, S.Si., M.I.Kom., menilai hubungan baik antara kampus dan media harus dibangun melalui komunikasi terbuka, penyampaian informasi yang cepat, serta kolaborasi yang sehat.
“Kampus dan media harus menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat,” katanya.
Selain menjadi forum diskusi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman antara akademisi dan insan pers mengenai tantangan jurnalistik di era digital serta pemanfaatan media sosial untuk membangun reputasi institusi pendidikan tinggi. (Prasetiyo)