
Mr. Muhammad Mazlan, guru kesenian asal Singapura, mengamati lukisan karya Cipto Pratomo. (Dok Pribadi Cipto Pratomo/EDUKATOR)
PURWOKERTO, EDUKATOR–Mr. Muhammad Mazlan, guru kesenian asal Singapura, mengunjungi pameran tunggal bertema Panorama karya Cipto Pratomo (70) di Umah Seni Cipratku, Jalan Mr. M. Yamin Gang 4 Nomor 16, Purwokerto Selatan,Purwokerto, Rabu (13/5/2026). Dari kunjungan tersebut terungkap, lukisan-lukisan karya pensiunan guru Seni Budaya SMPN 5 Purwokerto itu, dinilai layak dipamerkan di Singapura.
“Karya Cipto Pratomo sudah layak dipamerkan di Singapura. Untuk itu, saya mengajak kolaborasi pameran lintas negara serta mendorong seniman Indonesia terus berkarya,” ujar Mr. Muhammad Mazlan.
Muhammad Mazlan datang ke Indonesia untuk mengunjungi berbagai pusat seni, diantaranya ke UmahSeni Cipratku milik Cipto Pratomo.
Ia menilai ragam seni Nusantara memiliki kemiripan dengan Singapura dan Malaysia, karena latar budaya serumpun. Dalam dialog di Umah Seni Cipratku, ia mengapresiasi kualitas seni karya Cipto Pratomo.
Cipto Pratomo mengucapkan terima kasih atas apresiasi dari Mr Muhammad Mazlan. “Terima kasih atas apresiasi dari Mr Muhammad Mazlan. Ini suatu kebanggan bagi saya, mendapat kunjungan guru seni dari Singapura,” ujar Cipto Pratomo, alumni Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) Yogyakarta dan Jurusan Seni Rupa IKIP Negeri Yogyakarta (kini UNY-red) ini.
Di Umah Seni Cipratku yang sekaligus jadi tempat tinggalnya, Cipto Pratomo menggelar pameran tunggal, menampilkan 27 lukisan panorama alam.
Tema panorama dipilih sebagai refleksi atas meningkatnya bencana alam akibat kerusakan lingkungan. “Lukisan ini mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Karya yang dipamerkan merupakan koleksi sejak tahun 2000 hingga 2026 dengan beragam pendekatan, seperti ekspresionis, ilustratif, dan dekoratif. Corak khas Sokaraja tampak melalui visual gunung, sawah, sungai, serta pepohonan, dipadukan warna mencolok dan elemen bunga.
Kunjungi SMPN 5 Purwokerto
Selain menghadiri pameran, Mazlan mengunjungi SMP Negeri 5 Purwokerto, sekolah tempat Cipto Pratomo dulu mengajar mata pelajaran Seni Budaya.
Di skeolah itu, Mr Mazlan mengajar tari Melayu, bermain gamelan bersama para murid, dan memberikan pelajaran bahasa Inggris di kelas VIII.
Ia mengaku terkesan dengan sambutan para murid SMPN 5 Purwokerto, yang antusias belajar seni dan Bahasa Inggris. (Prasetiyo)