105 Guru SD se-Jateng Ikuti Bimtek Bahasa Daerah

Bagikan :

*Hadirkan 21 Pakar

Foto bersama peserta Bimtek dan narasumber.

SEMARANG, EDUKATOR — Sebanyak 105 guru sekolah dasar dan tujuh pengawas SD dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Pelindungan Bahasa Daerah yang digelar Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, selama empat hari (17-20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya revitalisasi bahasa Jawa agar tetap hidup dan digunakan generasi muda.

Foto bersama peserta Bimtek dan narasumber.

Bimtek yang melibatkan 21 pakar bahasa dan sastra tersebut membekali peserta dengan berbagai materi pelestarian bahasa daerah. Para guru diharapkan mampu mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada murid  maupun rekan sejawat di daerah masing-masing.

Salah satu narasumber, Tukijo, M.Pd , guru Bahasa Jawa SMPN 17 Semarang sedang memberikan materi. 

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, S.Pd., M.Hum., mengatakan peserta akan menerima tujuh materi utama dalam pelatihan tersebut.

“Materi yang diterima meliputi membaca dan menulis aksara Jawa, menulis cerkak, macapat, mendongeng, pidato, komedi tunggal, serta membaca geguritan,” ujarnya di Gedung Balairung, Selasa (18/5/2026).

Guru Jadi Garda Pelestarian Bahasa Jawa
Dwi Laily menyampaikan apresiasi kepada para pakar yang terlibat dalam Program Pelindungan Bahasa Daerah. Ia juga meminta para peserta menyebarluaskan materi pelatihan agar pelestarian bahasa Jawa dapat berjalan lebih luas di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Adi Budiwiyanto, M.Hum., menilai pelindungan bahasa daerah menghadapi tantangan serius karena semakin berkurangnya penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga.

Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah perlu diperkuat agar anak-anak kembali akrab dengan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Indikator keberhasilan bimtek ini saat guru mampu melakukan pengimbasan di daerah masing-masing,” katanya saat membuka kegiatan secara daring melalui Zoom.

Bahasa Daerah Simpan Kearifan Lokal
Adi menegaskan bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga memori kolektif yang menyimpan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat. Karena itu, guru dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelestarian bahasa daerah di sekolah.

“Guru harus memberikan waktu lebih yang berkaitan dengan bahasa daerah,” jelasnya.

Melalui bimtek tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berharap pembelajaran bahasa Jawa di sekolah semakin kreatif dan menarik sehingga mampu mendorong generasi muda mencintai bahasa daerahnya sendiri.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

kalimanah01
61 SMP Ramaikan FLS3N Cabang Mendongeng dan Menulis Cerita
Lewat Dongeng, Bunda PAUD Purbalingga Ajarkan Anak Saling Menghargai dan Hidup Sehat
Bunda PAUD Purbalingga Ajarkan Anak Peduli Sesama Melalui Dongeng
bimtek001
105 Guru SD se-Jateng Ikuti Bimtek Bahasa Daerah
bay8
Empat Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed Ajari Lansia Cegah Hoaks Digital
nembak1
Perbakin Banyumas Juara Umum JOSS 2026