
Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif yang juga istri Bupati Purbalingga membawakan dongeng d hadapan anak-anak. (Foto: Dinkominfo Purbalingga/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR–Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan “Tebar Cinta Bunda PAUD” yang digelar di Kelompok Bermain (KB) Al Fattah, Kelurahan Bojong, Kecamatan Purbalingga dan KB Kuntum Melati, Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Senin (18/5/2026). Dalam kegiatan itu, Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengajak anak-anak belajar menghargai sesama dan menerapkan pola hidup sehat melalui dongeng interaktif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dindikbud Purbalingga, Andika Mardiansah, S.Pd SD, M.Pd.

Melalui cerita sederhana, Syahzani menanamkan nilai berbagi, saling menolong, dan berbuat baik sejak usia dini. Di hadapan para siswa PAUD, ia menyampaikan pesan agar anak-anak terbiasa menghargai teman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita menghargai dan membantu sesama teman, kebaikan itu juga akan kembali kepada kita,” ujarnya.
Ajarkan Hidup Bersih Sejak Dini
Tidak hanya mendongeng, Syahzani juga meninjau aktivitas belajar di kelas dan berinteraksi langsung dengan para siswa. Anak-anak diajak mempraktikkan cara mencuci tangan menggunakan sabun serta menggosok gigi dengan benar sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih dan sehat.
Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan sejak usia dini.
Sekolah Terima Bantuan APE dan Buku
Dalam kunjungannya, Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga turut menyerahkan bantuan berupa Alat Permainan Edukatif (APE) dan buku bacaan untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Kepala Sekolah KB Kuntum Melati, Hani Septiana, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan kepada sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi para guru dalam mendidik anak-anak.
“Kami sangat antusias dan kedatangan Bunda PAUD Kabupaten membuat kami terharu,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Hani juga menilai bantuan APE dan buku sangat membantu sekolah dalam menciptakan metode belajar yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa.(Prasetiyo)