
Rafi Ashza Sejati, alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed angkatan 2022, berhasil menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.
PURWOKERTO, EDUKATOR–Inovasi energi berbasis desa karya alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mencatat prestasi internasional. Startup HIEREN yang dirintis Rafi Ashza Sejati, alumni Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed angkatan 2022, berhasil menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.
Ketua Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, S.TP., M.P., menjelaskan, Rafi merupakan tenant binaan inkubator bisnis kampus. Dalam konteks ini, tenant adalah peserta atau startup yang mendapat pendampingan dalam program inkubasi bisnis untuk mengembangkan ide usaha hingga siap mandiri dan kompetitif di pasar.
Tim Pertamina, Pertamuda, Tim Unsoed dan Hieren saat visitasi Pertamuda 10 Mei 2026 di LPPM Unsoed
Ia juga menjelaskan bahwa HIEREN merupakan nama brand startup energi terbarukan berbasis sosial (social enterprise) yang dikembangkan untuk menghadirkan solusi energi bagi masyarakat desa. Nama HIEREN sendiri tidak merujuk pada singkatan tertentu, melainkan digunakan sebagai identitas merek yang merepresentasikan visi kemandirian energi dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia,” ujarnya kepada EDUKATOR di Purwokerto, Selasa (26/5/2026).
Berawal dari Desa, Tumbuh Jadi Startup Global
Rafi mengembangkan HIEREN sejak masih menjadi mahasiswa Kesmas FIKes Unsoed. Startup ini hadir sebagai social enterprise energi terbarukan berbasis pemberdayaan masyarakat desa, khususnya untuk menjawab keterbatasan akses listrik di wilayah pesisir dan pedesaan.
HIEREN mengusung sistem energi modular plug and play yang dapat digunakan tanpa perakitan, mampu menyala hingga 24 jam, serta terintegrasi teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk pengelolaan energi secara mandiri oleh masyarakat.
“Berangkat dari desa di Cilacap, saya ingin menghadirkan solusi nyata untuk persoalan energi di masyarakat,” kata Rafi.
Tembus Program Internasional di Amerika Serikat
Perjalanan HIEREN semakin diakui setelah masuk Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero) melalui program Pertamuda Overseas. Rafi kemudian mengikuti rangkaian kegiatan internasional di Amerika Serikat pada 25 April hingga 1 Mei 2026.
Selama di Silicon Valley, ia berkesempatan mengunjungi Google serta mengikuti komunitas startup global seperti Startup Grind untuk memperluas jejaring internasional dan memperkenalkan inovasi berbasis desa dari Indonesia.
“Saya membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia,” ujarnya.
Dukungan Kampus dan Inkubator Bisnis
Nur Wijayanti menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Unsoed bersama Ratna Satriani, S.P., M.Sc., di bawah pembinaan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.
Ia menegaskan, dukungan ekosistem inovasi kampus menjadi kunci lahirnya startup yang berdaya saing global.
“Kami akan terus mendorong lahirnya startup muda yang berdampak dan berkelanjutan,” tegasnya.
Inspirasi dari Desa untuk Dunia
Rafi berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani berinovasi dan menciptakan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Perjalanan dari desa di Cilacap hingga Silicon Valley menjadi bukti bahwa inovasi berbasis masyarakat tidak hanya mampu berkembang di dalam negeri, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat global. (Alief Einstein/Prs)