TPA Nurul Ummahaat Desa Pekiringan Lolos Final Nasional ASRI

Bagikan :

PURBALINGGA, EDUKATOR–Taman Penitipan Anak (TPA) Nurul Ummahaat Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, berhasil mewakili Provinsi Jawa Tengah pada final nasional Lomba Gerakan ASRI Tamasya Cinta Lingkungan Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Lembaga ini masuk tiga besar terbaik Regional 2 setelah melewati seleksi ketat dari sekitar 100 peserta tingkat provinsi.

Kepala TPA Nurul Ummahaat, Siti Munifah, SP S.Pd mengatakan, pendidikan cinta lingkungan telah menjadi bagian dari pembelajaran sejak lembaga tersebut berdiri pada 2013. Menurutnya, program ini merupakan pembiasaan karakter yang dilakukan secara konsisten, bukan sekadar untuk kepentingan lomba.

Berbagai kegiatan diterapkan, mulai dari pemilahan sampah, pembuatan kompos dari sampah organik, aksi menanam menggunakan pot dari barang bekas bersama orang tua, hingga pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi alat permainan edukatif (APE).

Anak-anak Dikenalkan Ecoprint, Batik Ramah Lingkungan
Anak-anak juga dikenalkan kreativitas ramah lingkungan melalui batik ecoprint serta gerakan sedekah minyak jelantah yang disalurkan ke TPS 3R Desa Pekiringan. Selain itu, penggunaan aplikasi Tamasya dalam administrasi membantu mengurangi penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi pengelolaan data anak.

Penilaian final dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting dari Balai Penyuluh KB Kecamatan Karangmoncol, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menekankan pembentukan budaya peduli lingkungan sejak usia dini melalui keluarga dan lembaga pengasuhan anak.

Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Purbalingga, dr. Jusi Febrianto, MPH menilai, TPA Nurul Ummahaat telah menerapkan pendidikan lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.

“Anak-anak dikenalkan mengumpulkan, mengolah, hingga memanfaatkan kembali sampah melalui konsep reduce, reuse, dan recycle,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan tersebut tidak hanya membentuk karakter anak, tetapi juga berdampak pada lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ketua Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Nitya Apranadyanti, S.Psi menyampaikan bahwa TPA Nurul Ummahaat menjadi yang terbaik di Jawa Tengah sebelum melaju ke tingkat nasional.

“Dari sekitar 100 peserta tingkat provinsi, TPA Nurul Ummahaat terpilih sebagai yang terbaik dan kami ajukan ke nasional. Alhamdulillah masuk tiga besar Regional 2,” ujarnya.

Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengapresiasi inovasi pendidikan lingkungan yang dilakukan TPA Nurul Ummahaat. Ia berharap model pembelajaran tersebut dapat menjadi inspirasi bagi PAUD lain.

Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga, Syahzani Fahmi Muhammad Hanif

“Anak-anak perlu dibiasakan peduli lingkungan sejak dini, termasuk membiasakan memilah sampah di sekolah,” ujarnya.

Keberhasilan TPA Nurul Ummahaat diharapkan menjadi contoh penguatan pendidikan karakter berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

hieren2
Startup HIEREN Karya Alumni Unsoed Tembus Amerika Serikat
TPA Nurul Ummahaat Purbalingga Wakili Jateng di Final Nasional Gerakan ASRI Tamasya Cinta Lingkungan
TPA Nurul Ummahaat Desa Pekiringan Lolos Final Nasional ASRI
FULAD6
Pertaruhan Hormuz, Ujian Paling Berat Trump dan Perang Urat Syaraf Iran
Gemini_Generated_Image_xdri4xxdri4xxdri
Persaingan Semakin Ketat, Daya Tampung SMA/SMK Negeri di Jateng Hanya 40 Persen
stmik1
Mahasiswa STMIK Widya Utama Ikuti KKN Internasional