Organisasi Diperkuat, PGRI Sukoharjo Bidik Pendapatan Usaha Rp 1,7 Miliar

Bagikan :

Foto bersama pengurus dan peserta Konkerkab  PGRI Sukoharjo beserta tamu undangan.

SUKOHARJO, EDUKATOR–PGRI Kabupaten Sukoharjo terus mengembangkan berbagai kegiatan usaha sebagai sumber pendanaan organisasi guna mendukung pelaksanaan program dan kegiatan. Sedikitnya terdapat empat unit usaha yang menjadi sumber dana organisasi, yakni penyewaan hall dan Graha PGRI, meeting room, homestay, serta persewaan armada Hiace untuk layanan perjalanan (travelling).

Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Tahun 2025, organisasi tersebut menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp1,2 miliar, namun realisasinya mencapai Rp1,4 miliar. Sementara pada RAPBO Tahun 2026, PGRI Kabupaten Sukoharjo menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,3 miliar dengan harapan dapat terealisasi hingga Rp1,7 miliar.

Ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo, Karsidi, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pengembangan usaha merupakan bagian dari strategi membangun organisasi yang kuat, independen, demokratis, dan berkelanjutan.

“Pengurus harus bekerja dan berjuang untuk kepentingan anggota, Selain mengedepankan disiplin, koordinasi, dan komunikasi, pengurus juga harus dan terus membangun kepercayaan (trust building) agar program organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota,” ujar Karsidi  saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Tahun Kedua Masa Bakti XXIII PGRI Kabupaten Sukoharjo di Meeting Room 1 Gedung PGRI Sukoharjo, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah Drs. Aris Munandar, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo yang diwakili Kabid GTK Sunaryo, S.Pd., para pengurus cabang, serta peserta dari seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Karsidi bertekad, pihaknya berusaha  melaksanakan program peningkatan kompetensi dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan guru.

Trust Building Jadi Strategi Penguatan Organisasi
Karsidi menjelaskan, membangun kepercayaan anggota merupakan strategi penting untuk menjadikan PGRI sebagai organisasi yang semakin kuat dan mandiri. Kepercayaan tersebut dibangun melalui program peningkatan kompetensi guru, perjuangan kesejahteraan anggota, serta tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

Dalam upaya memperkuat organisasi, PGRI Kabupaten Sukoharjo juga terus mengembangkan unit-unit usaha yang selama ini menjadi penopang utama pendanaan kegiatan. Keberhasilan pengelolaan usaha tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat organisasi mampu menjalankan berbagai program secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada iuran anggota.

Pada kesempatan itu, Karsidi menyerahkan penghargaan kepada Bendahara PGRI Cabang Mojolaban, Sisviana Etyka Sari, S.Pd., M.Pd., sebagai bendahara terbaik. Selain itu, bantuan diberikan kepada seluruh cabang PGRI untuk mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi di wilayah masing-masing.

Ketua PGRI Sukoharjo Karsidi  S.Pd, M.Pd menyerahkan penghargaan kepada bendahara PGRI Cabang Mojolaban, Sisviana Etyka Sari, S.Pd., M.Pd.

“Dengan sumber pendanaan yang kuat, organisasi akan semakin mandiri dalam melaksanakan program untuk anggota,” ujarnya.

Konferensi Bahas Program dan Tantangan Pendidikan
Ketua Panitia Konkerkab II, Sahono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa konferensi kerja bertujuan membahas dan mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025, menyusun serta menetapkan program dan RAPBO Tahun 2026, sekaligus menentukan sikap organisasi terhadap berbagai isu pendidikan dan persoalan guru yang berkembang.

Menurut Sahono, kegiatan tersebut mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju”.

“Konferensi ini menjadi forum penting untuk menentukan arah organisasi dan kebijakan ke depan,” katanya.

Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Sunaryo, yang mewakili Kepala Dinas sekaligus membuka acara, menegaskan bahwa PGRI memiliki peran strategis dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Kabupaten Sukoharjo.

“Dinas Pendidikan tidak bisa bekerja sendiri. Banyak kontribusi dan masukan dari PGRI untuk mewujudkan pendidikan bermutu. Karena itu kami selalu bekerja sama dan mendukung program-program PGRI,” tegas Sunaryo.

Diapresiasi PGRI Jateng
Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada PGRI Kabupaten Sukoharjo yang menyelenggarakan Konkerkab II lebih awal dibandingkan banyak daerah lain di Jawa Tengah.

Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum

Menurutnya, pelaksanaan konferensi kerja tersebut menunjukkan keseriusan pengurus dalam menjalankan amanat organisasi sesuai AD/ART PGRI. Ia juga mengapresiasi PGRI Kabupaten Sukoharjo yang telah melunasi kewajiban iuran anggota serta berhasil mengembangkan berbagai unit usaha sebagai sumber pendanaan organisasi.

“Dengan berbagai usaha yang menjadi sumber dana organisasi, PGRI akan semakin kuat dan independen dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya,” ujarnya.

Sri Suciati menegaskan bahwa agenda Konkerkab memiliki arti penting sebagai kompas organisasi dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Guru Tidak Akan Tergantikan oleh AI
“AI adalah mesin yang tidak memiliki hati nurani. Karena itu, guru profesional yang bekerja dengan hati nurani tidak akan tergantikan oleh algoritma apa pun,” jelas mantan Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tersebut.

Menurutnya, guru tetap memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara bijak sekaligus membentuk karakter, moral, dan kepribadian mereka.

“Ibarat berlayar, anak belum tentu memahami batas dan bahaya yang ada di depannya. Karena itu guru harus mendampingi dan mengarahkan mereka,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus memperkuat soliditas dan solidaritas organisasi agar PGRI menjadi rumah yang nyaman bagi guru.

“Mari kita kuatkan soliditas dan solidaritas untuk memastikan PGRI menjadi rumah yang nyaman bagi guru,” ajaknya.

Hasil Usaha Hampir Rp 1,5 Miliar
Secara terpisah, Wakil Ketua PGRI Kabupaten Sukoharjo, Suwarto, mengungkapkan bahwa seluruh kegiatan organisasi didanai dari iuran anggota dan hasil usaha yang dikelola secara profesional.

Empat unit usaha yang menjadi sumber pendapatan organisasi meliputi penyewaan hall dan Graha PGRI, meeting room, homestay, serta layanan perjalanan menggunakan armada Hiace.

Menurut Suwarto, iuran anggota hanya mampu menutup sekitar 59 persen kebutuhan organisasi, sedangkan sisanya dipenuhi dari hasil usaha.

Pada tahun 2025, pendapatan dari penyewaan Graha PGRI mencapai Rp1,265 miliar, meeting room Rp150 juta, dan layanan perjalanan Rp50 juta. Dengan demikian, total pendapatan usaha mencapai Rp1,49 miliar atau hampir Rp1,5 miliar.

Pendapatan tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi sebesar Rp 604 juta yang mencakup operasional PGRI kabupaten, PGRI cabang, anak lembaga, serta sekolah-sekolah PGRI.

Kalender PGRI dan Kartu Anggota Gratis
“Kalender PGRI dan kartu tanda anggota juga diberikan secara gratis kepada anggota,” jelas Suwarto.

Ia menambahkan, Graha PGRI dibangun selama dua tahun pada 2018 dengan biaya sekitar Rp5,5 miliar yang berasal dari iuran anggota. Sementara kantor pusat PGRI Kabupaten Sukoharjo dibangun selama satu tahun dengan biaya sekitar Rp4 miliar yang bersumber dari hasil pengelolaan dan penyewaan Graha PGRI.

Selain menopang kegiatan organisasi, hasil usaha tersebut juga digunakan untuk membantu operasional PGRI cabang, anak lembaga, pengembangan profesi guru, kegiatan sosialisasi hukum, hingga berbagai program peningkatan kompetensi anggota.

Keberhasilan mengembangkan berbagai unit usaha tersebut menjadi bukti bahwa kemandirian organisasi dapat diwujudkan melalui pengelolaan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan anggota.

Dengan fondasi keuangan yang kuat serta kepercayaan anggota yang terus terjaga, PGRI Kabupaten Sukoharjo optimistis mampu menjalankan program secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru di masa mendatang. (Purwanto/Prs)

 

BERITA TERKINI

ChatGPT Image Jun 13, 2026, 02_22_06 AM
Tekuk Persemar 3-2, Persibangga Selangkah Lagi Menuju 16 Besar
6147423962950995635
Wujudkan Sekolah Gratis Berkualitas, Purbalingga Segera Miliki SNT Senilai Rp 250 Miliar
ChatGPT Image Jun 12, 2026, 05_28_09 PM
DPRD dan Gen Z Sambut Positif Berdirinya IAI Banjarnegara
DWI ANITA
15 Ribu Lebih Anak Tidak Sekolah di Purbalingga, Dindikbud akan Luncurkan "SISIR MAS Digital"
ikan jawara pkbm
DPD FKBM Purbalingga Gelar Jawara Bangga 2026