
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Yusuf Agung Prabowo dan pihak PT SPRIX menunjukkan naskah kerjasama untuk meningkatkan kemampuan matematika murid SD di Banjarnegara.
BANJARNEGARA, EDUKATOR–Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menjalin kerja sama dengan perusahaan pendidikan asal Jepang, PT SPRIX Education Indonesia, untuk meningkatkan kemampuan matematika dasar murid Sekolah Dasar (SD).
Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) itu diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banjarnegara melalui pembelajaran matematika yang lebih efektif.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan kerja sama yang berlangsung selama satu tahun tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, program yang ditawarkan PT SPRIX telah melalui proses kajian dan evaluasi sebelum akhirnya disepakati.
“Hari ini Kabupaten Banjarnegara melakukan kerja sama dengan PT SPRIX dari Jepang terkait pembelajaran matematika dasar. Semoga ini dapat meningkatkan kualitas SDM di Banjarnegara,” ujar Amalia saat penandatanganan MoU di Pringgitan Rumah Dinas Bupati, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama internasional itu bermula dari penjajakan yang dilakukan PT SPRIX di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Banjarnegara terpilih sebagai salah satu daerah pelaksanaan program karena dinilai masih membutuhkan penguatan untuk meningkatkan IPM.
Sebelum penandatanganan MoU, Pemkab Banjarnegara terlebih dahulu mempelajari metode pembelajaran yang ditawarkan perusahaan tersebut. Selama masa kerja sama, efektivitas metode akan dievaluasi sebagai dasar pengembangan program pada tahun berikutnya.
“Kami ingin memastikan metode ini benar-benar mampu meningkatkan kemampuan matematika dasar anak-anak,” katanya.
Pilot Project Libatkan Guru dan Murid
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menjelaskan program akan diawali dengan proyek percontohan yang melibatkan 50 peserta, terdiri atas murid dan guru.
Menurutnya, metode pembelajaran mengacu pada standar pendidikan matematika Jepang dengan memanfaatkan aplikasi daring. Sebelum mengikuti pembelajaran, peserta akan menjalani tes diagnostik secara daring untuk mengukur kemampuan awal yang dibagi ke dalam enam tingkat.
“Kami mengambil 50 sampel terlebih dahulu. Jika hasilnya efektif dan memberikan dampak positif, program ini akan diperluas ke sekolah-sekolah di Banjarnegara,” jelas Yusuf.
Tes Gratis dan Pembelajaran Interaktif
Direktur PT SPRIX Education Indonesia, Wataru Ueno, mengatakan perusahaan yang berdiri sejak 1997 di Jepang itu memiliki misi membantu murid mengembangkan kemampuan belajar sekaligus membangun rasa percaya diri.
Melalui kerja sama ini, PT SPRIX memberikan layanan penilaian matematika secara daring melalui TOFAS (Test of Fundamental Academic Skills) bagi murid SD dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Banjarnegara, tanpa dipungut biaya.
“Selain penilaian matematika, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kemampuan akademik di bidang lain sesuai kesepakatan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Indonesia Representative Office Director SPRIX, Koji Ueda, menjelaskan tes TOFAS akan mengidentifikasi kemampuan dasar setiap murid, mulai dari perkalian, pembagian, pecahan hingga desimal. Hasil tes menjadi dasar penyusunan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Setelah menjalani asesmen, murid akan belajar melalui aplikasi SPRIX Learning yang dirancang dengan konsep interaktif menyerupai permainan. Melalui sistem tersebut, anak-anak dapat belajar secara mandiri di rumah dengan tantangan dan karakter yang berkembang sesuai pencapaian mereka.
“Belajar matematika dibuat seperti bermain game sehingga anak-anak lebih termotivasi untuk belajar,” kata Koji.
Ia menambahkan, potensi anak Indonesia tidak berbeda dengan anak Jepang. Dengan metode pembelajaran yang tepat, kemampuan matematika mereka dapat berkembang secara optimal.
Meski program ini diprioritaskan bagi murid sekolah dasar, murid tingkat SMP juga dapat mengikuti pembelajaran, terutama bagi mereka yang masih mengalami kesulitan memahami konsep dasar matematika.
Koji berharap kerja sama antara Pemkab Banjarnegara dan PT SPRIX Education Indonesia dapat membantu melahirkan generasi yang lebih unggul dan memiliki kemampuan matematika yang lebih baik sebagai bekal menghadapi masa depan. (Muji Prasetyo/Prs)