* Pertama di Jateng

Rapat perdana pembentukan KPDP Banjarnegara
BANJARNEGARA, EDUKATOR – Upaya memperkuat ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berdampak bagi murid di Kabupaten Banjarnegara kini semakin nyata. Hal ini menyusul terbentuknya Komunitas Pengembang Digitalisasi Pembelajaran (KPDP) Kabupaten Banjarnegara. Pembentukan pengurus cabang KPDP berlangsung dalam Rapat Perdana di Aula Kartini Lantai II Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara, Jumat (19/6/2026).
Pembentukan KPDP Banjarnegara menjadi yang pertama di Jawa Tengah, diharapkan mampu mendorong transformasi digital pendidikan. Dalam konteks ini, transformasi dimaknai sebagai perubahan menyeluruh dalam cara kerja, pola pikir, dan praktik pembelajaran dari sistem konvensional menuju sistem berbasis teknologi digital yang lebih kolaboratif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan murid di era digital.
Dalam rapat itu , Wildan Mustakim, guru SDN 3 Kalibombong, Kecamatan Kalibening, terpilih sebagai Ketua KPDP Banjarnegara.

Peserta rapat perdana pembentukan KPDP Banjarnegara
Rapat pembentukan KPDP tersebut dihadiri oleh unsur Dindikpora Bidang PTK sebanyak dua orang, calon pengurus inti KPDP Kabupaten Banjarnegara sebanyak 15 orang, serta Guru Pejuang Digital dan unsur komunitas pendukung digitalisasi pembelajaran Kabupaten Banjarnegara.
Rapat perdana KPDP Banjarnegara itu dipandu oleh Difla Nurul Anisah, M.Pd., guru SD Negeri Gumelar, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, yang dikenal aktif dalam pengembangan komunitas belajar dan transformasi digital pendidikan di Banjarnegara.
Ketua KPDP Banjarnegara, Wildan Mustakim, berharap KPDP menjadi ruang kolaborasi yang merata bagi seluruh guru untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi digital.
“Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk memajukan pendidikan di Banjarnegara,” kata Wildan Mustakim.
Wadah Guru Pejuang Digital
KPDP merupakan organisasi strategis yang menjadi motor penggerak transformasi digital pendidikan. Komunitas ini terbentuk sejak 2021 atas inisiasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) yang kini menjadi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah. KPDP berafiliasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Di Banjarnegara, KPDP menghimpun Guru Pejuang Digital yang terdiri atas Duta Teknologi, komunitas belajar.id, serta Komunitas Bergema Jawa Tengah.
Agenda awal KPDP meliputi penyusunan struktur kepengurusan lintas jenjang, pengurusan Surat Keputusan (SK) Dindikpora, serta pendaftaran komunitas melalui aplikasi SINDARA, yakni sistem administrasi digital milik Dindikpora Banjarnegara untuk pendataan dan legalisasi komunitas pendidikan.
Selain itu, KPDP juga menyiapkan peluncuran resmi organisasi, penyusunan rencana kerja per bidang, hingga pembentukan Helpdesk Digitalisasi Pendidikan Banjarnegara sebagai pusat layanan bantuan dan pendampingan teknis bagi guru dan sekolah.
“Selanjutnya kami akan menyusun rencana kerja per bidang dan membentuk helpdesk digitalisasi pendidikan Banjarnegara,” ujar Wildan.
Agenda berikutnya mencakup webinar KPDP bersama KKG dan MGMP pada bulan Agustus, pelatihan luring bersama Dindikpora pada bulan September, serta peluncuran komunitas pada peringatan Hari Guru Nasional November mendatang.
Dukungan Dindikpora Banjarnegara
Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Program Dindikpora Banjarnegara, Yoga Setia, S.Sos., menyambut baik pembentukan KPDP dan berharap komunitas tersebut segera memiliki legalitas formal.
“Kami berharap KPDP Banjarnegara segera memiliki legalitas formal, sehingga dapat bersinergi dalam pengembangan teknologi pendidikan yang semakin pesat,” ujarnya.
KPDP juga diharapkan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, BBPMP Jawa Tengah, Pusdatin Kemendikdasmen, serta berbagai komunitas pendidikan lainnya dalam mempercepat transformasi digital di satuan pendidikan. (Heni Purwono/Prs)