Disdikpora Kebumen Gelar Diseminasi Pelindungan Bahasa Daerah

Bagikan :

KEBUMEN, EDUKATOR–Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kebumen menggelar Diseminasi Pelindungan Bahasa Daerah sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa dan sastra Jawa di kalangan generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Karanganyar, Kebumen, Kamis (18/6), diikuti 112 guru bahasa Jawa SMP negeri dan swasta.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Disdikpora Kabupaten Kebumen, Heri Purnomo, SSTP, M.Eng., yang mewakili Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen. Diseminasi ini merupakan tindak lanjut bimbingan teknis yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Mei lalu.

Kabupaten Kebumen mengirimkan tiga peserta dalam bimtek tersebut, yakni Sijang Wijonarko dari SMP Negeri 2 Mirit, Rina Anggraeni dari SMP Negeri 2 Gombong, dan Ismaniar Pusporeny dari SMP VIP Al-Huda. Ketiganya mendapat amanah untuk menyebarluaskan materi yang diterima kepada para guru di Kabupaten Kebumen.

Komitmen Lestarikan Bahasa Jawa
Dalam sambutannya, Heri Purnomo mengatakan Kabupaten Kebumen secara konsisten berpartisipasi dalam program revitalisasi dan pelindungan bahasa daerah. Setiap tahun, kegiatan bimbingan teknis, diseminasi guru utama, dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) rutin diselenggarakan.

“Kami berharap Kebumen dapat meraih prestasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan terus menjadi daerah yang menjaga serta melestarikan bahasa Jawa,” tegasnya.

Ia menambahkan, melalui program pelindungan bahasa daerah diharapkan lahir tunas-tunas muda yang mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa serta sastra Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Bekali Guru Tujuh Materi Utama
Dalam diseminasi tersebut, peserta mendapatkan tujuh materi penting, yaitu sesorah, nembang macapat, dongeng, menulis dan membaca aksara Jawa, membaca geguritan, menulis cerita cekak, serta dhagelan ijen. Materi-materi tersebut dinilai penting untuk ditanamkan kembali kepada siswa SD dan SMP sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

Kegiatan juga menghadirkan sejumlah praktisi sebagai narasumber, antara lain Pariyah untuk materi macapat, Kak Slam pada materi dongeng, serta Eko Wahyudi Merapi yang membawakan materi geguritan dan cerita cekak. Para peserta diharapkan semakin antusias menyerap pengetahuan dan menerapkannya dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.

Ketua panitia, Ngabdan, mengatakan Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Kebumen direncanakan berlangsung pada September mendatang.

“Dalam tiga bulan ke depan, sekolah melalui guru-guru yang mengikuti diseminasi ini diharapkan mempersiapkan peserta didik secara lebih maksimal untuk mengikuti FTBI,” ujarnya.

Menurut informasi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, terdapat perubahan ketentuan peserta FTBI 2026. Jika sebelumnya kategori dibedakan antara putra dan putri, tahun ini hanya terdapat satu kategori yang dapat diikuti siswa putra maupun putri.

“Semoga perubahan ini tidak mengurangi motivasi guru dan siswa untuk terus berprestasi dan melestarikan bahasa daerah,” ujar Ngabdan. (Eko Wahyudi/Prs)

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-06-19 at 21.51
Disdikpora Kebumen Gelar Diseminasi Pelindungan Bahasa Daerah
WhatsApp Image 2026-06-19 at 14.20
KPDP Banjarnegara Terbentuk, Dorong Transformasi Digital Pendidikan
fauzi27
Rumah Adalah Sekolah Pertama, Jangan Serahkan Pendidikan Karakter Hanya kepada Guru
WhatsApp Image 2026-06-19 at 15.27
77 Calon Paskibraka Banjarnegara Dikukuhkan Jadi Kader Pancasila
WhatsApp Image 2026-06-19 at 13.51
35 Tahun Lebih Mengabdi, Parsito Mohon Pamit akan Momong Cucu