
Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani SE MM (Nomer dua dari kanan) bersama dosen dan mahasiwa S3 Ilmu Pertanian Unsoed.
PURBALINGGA, EDUKATOR–Dosen dan mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, SE, MM, di ruang kerja wakil bupati, Senin (22/6/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Audiensi tersebut dihadiri Dr. Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D., yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Pertanian Unsoed. Dan Dr. Agus Riyanto, S.P., M.Si., serta Drs. Prasetiyo, M.I.Kom., mahasiswa S3 Ilmu Pertanian Unsoed angkatan 2025.
Wakil Bupati Dimas Prasetyahani yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan kampus. “Kerja sama Pemkab Purbalingga dengan Unsoed selama ini telah berjalan baik, dan harus terus dilanjutkan untuk mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Unsoed yang telah mengembangkan lebih dari 100 program studi, termasuk Program Doktor Ilmu Pertanian. Menurutnya, kehadiran program doktor tersebut sangat relevan dengan agenda penguatan ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu, Dr. Budi Dharmawan menjelaskan, Program S3 Ilmu Pertanian Unsoed telah berdiri sejak 2014 berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 459/E/O/2014. Saat ini, prodi tersebut telah meraih akreditasi B dari BAN-PT dan terus berkembang dengan berbagai skema pembelajaran, termasuk kelas mitra strategis, dengan mahasiswa dari kalangan perwira TNI, Polri, serta pejabat pemerintah.
“Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pertanian modern yang berbasis riset dan kebutuhan masyarakat,” kata Budi Dharmawan, alumni S3 di Georg-August University of Göttingen, Jerman.
Program Unggulan dan Arah Pengembangan
Agus Riyanto yang juga Ketua Jurusan Agroteknologi menambahkan, Program S3 Ilmu Pertanian memiliki sejumlah minat studi, yakni Agronomi, Fitopatologi, Ilmu Hama Tanaman, Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman, Agroekologi, Ilmu Tanah, Manajemen Agribisnis dan Kebijakan Pertanian, Ilmu dan Teknologi Pangan, serta Keteknikan Pertanian.
Program ini juga memiliki visi menjadi pusat pendidikan doktor dan pengembangan ilmu pertanian berbasis pedesaan serta kearifan lokal yang berdaya saing internasional. Misinya mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kerja sama nasional dan internasional.
Selain itu, program ini menyelenggarakan kegiatan pengabdian berbasis hasil riset yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperluas kemitraan dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Penerimaan Mahasiswa Baru
Penerimaan mahasiswa baru Program S3 Ilmu Pertanian Unsoed Tahun Akademik 2026/2027 dibuka dalam dua gelombang, yakni gelombang I pada 1 Maret–5 Juni 2026 dan gelombang II pada 10 Juni–10 Juli 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman https://pasca.admisi.unsoed.ac.id/
Biaya pendidikan meliputi pendaftaran sebesar Rp 500.000, registrasi atau orientasi Rp 400.000, serta Uang Kuliah Tungga (UKT) sebesar Rp 10.000.000 per semester. Informasi lebih lanjut
Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara Universitas Jenderal Soedirman dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya di sektor pertanian yang menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional. (Iko)