*Diterima di SMPN 1 Purbalingga Jalur Prestasi

Sofia Rayasti Kharisma Pramono. (Dok pribadi/EDUKATOR)
PURBALINGGA, EDUKATOR –Atlet muda cabang Taekwondo asal Purbalingga, Sofia Rayasti Kharisma Pramono (12), kembali mengharumkan nama daerah setelah berhasil meraih medali emas (Gold Medal) nomor Kyorugi Perorangan Kelas Semi Prestasi pada Kejuaraan Gubernur Jawa Tengah Cup 2026.
Kejuaraan yang berlangsung di GOR Jatidiri, Semarang, pada 26–28 Juni 2026 itu menjadi bukti konsistensi Sofia–demikian alumnus SD Negeri 1 Bojong Kecamatan Purbalingga ini dipanggil–dalam menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Saat ini, Sofia baru saja diterima di Kelas VII SMP Negeri 1 Purbalingga melalui jalur prestasi, berkat rekam jejaknya yang gemilang di bidang taekwondo. Raihan prestasi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, disiplin, kerja keras, integritas, dan semangat untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah dapat juara satu,” ujar ayah Sofia, Dr. Taufik Budhi Pramono, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), kepada EDUKATOR, Minggu (28/6/2026).
Prestasi Diraih Melalui Proses Panjang
Menurut Taufik, prestasi yang diraih putrinya bukan sekadar mengejar piala atau medali. Lebih dari itu, keberhasilan merupakan hasil dari proses panjang yang ditempuh dengan ketekunan, kedisiplinan, integritas, kerja keras, serta kemauan untuk terus mengembangkan kemampuan.
Sederet Prestasi Nasional dan Internasional
Peroleha medali emas pada Kejuaraan Gubernur Jawa Tengah Cup 2026 itu menambah panjang daftar prestasi Sofia. Sebelumnya, ia meraih Juara III Kyorugi pada kejuaraan taekwondo internasional di Yogyakarta.
Sofia juga berhasil menjadi Juara I pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Prabu Challenge di Tangerang. Prestasi tersebut semakin mengukuhkan kemampuannya bersaing di level nasional.
Saat duduk di bangku SD, Sofia lebih dulu mencatat prestasi internasional dengan meraih medali perunggu pada Pugnator Yogyakarta Sport Tourism Taekwondo Open International Championship 2025 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kejuaraan itu diikuti atlet muda dari 10 negara, antara lain Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Pakistan, dan India.
Tak hanya berprestasi di bidang olahraga, Sofia juga menunjukkan kemampuan di bidang seni keagamaan. Ia pernah meraih Juara III Kaligrafi Putri pada Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat Kecamatan Purbalingga.
Rangkaian prestasi tersebut menunjukkan konsistensi Sofia dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang olahraga maupun akademik. Dukungan keluarga, sekolah, serta pembinaan yang berkelanjutan menjadi modal penting yang mengantarkannya meraih berbagai penghargaan.
Prestasi yang diraih Sofia menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan ketekunan mampu menghasilkan pencapaian membanggakan. Kisahnya diharapkan menginspirasi pelajar lain untuk terus berjuang mengukir prestasi dan membawa nama baik sekolah, daerah, maupun Indonesia. (Prasetiyo)