
SEMARANG, EDUKATOR–Sebanyak 147 peserta mengikuti kegiatan Leadership Excellence And Development (LEAD) yang diselenggarakan Forum OSIS Sekolah Islam Terpadu (FOSIT)–Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah.Kegiatan berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (7–8/7/2026) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Srondol, Semarang.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pembekalan tentang pengembangan diri, kepemimpinan, dan penguatan organisasi siswa sebagai bekal mengembangkan OSIS di sekolah masing-masing.
Dorong OSIS Hadirkan Program Inovatif
Pada sesi pertama, motivator muda Faris Isnawan menyampaikan materi tentang pengelolaan organisasi. Ia menekankan pentingnya membangun organisasi yang unggul dengan menerapkan konsep Blue Ocean, yakni menciptakan inovasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
“Kita harus memulai dari sesuatu yang benar-benar baru. Jangan hanya meniru program kerja senior atau sekolah lain, tetapi ciptakan program yang unik, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekolah,” ujar Faris.
Menurutnya, pengurus OSIS juga perlu memiliki kemampuan membedakan antara troubleshooting dan problem solving dalam menjalankan organisasi.
Ia menjelaskan, troubleshooting berfokus pada penanganan cepat agar operasional organisasi tetap berjalan, terutama setelah proses reorganisasi. Sementara itu, problem solving lebih menitikberatkan pada penyelesaian akar persoalan melalui analisis sehingga masalah serupa tidak kembali terjadi.
Peserta Bertukar Gagasan dan Pengalaman
Pada sesi malam, seluruh peserta mengikuti kegiatan curah gagasan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi OSIS di sekolah masing-masing sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan.
Salah satu peserta dari OSIS SMPIT Permata Hati Banjarnegara, Rafifatu Rifda Faiha, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.
“Kami bisa bertemu teman-teman OSIS dari berbagai kota sehingga mendapat banyak inspirasi untuk memajukan sekolah melalui organisasi siswa,” katanya.
Selain diikuti para pengurus OSIS, kegiatan LEAD juga menghadirkan puluhan pembina OSIS. Mereka berdiskusi dan merumuskan pola pembinaan yang lebih efektif guna memperkuat kapasitas organisasi siswa di lingkungan sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah. (Heni Purwono/Prs)