PURBALINGGA, EDUKATOR–Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan “Peaceful Muharam 1448 H” bertajuk “Muharam Bersama Gen-Z” di Aula Uswatun Khasanah, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang diikuti 100 peserta ini menjadi ruang penguatan karakter, spiritualitas, dan literasi digital bagi generasi muda dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Peserta berasal dari perwakilan OSIM, Rohis, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Unimuda (IPU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) se-Kabupaten Purbalingga.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak para peserta untuk terus menumbuhkan semangat belajar dan mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Pemuda sekarang adalah orang-orang hebat di masa yang akan datang. Karena itu jangan pernah putus asa dalam belajar. Teruslah meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” pesan Zahid.
Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Moh. Nur Hidayat, melaporkan, kegiatan ini merupakan rangkaian kelima dari program Peaceful Muharam 1448 H yang diselenggarakan Kankemenag Kabupaten Purbalingga.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan Peaceful Muharam masih akan berlanjut dengan penyaluran santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi di bulan Muharam.
Mengusung tema “Bersama Gen Z Bangun Solidity Squad Menuju Medsosul Karimah”, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow inspiratif menghadirkan K.H. Sahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Karanggedang, serta Novala Arum Salsabillah atau Kak Ova, dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto sekaligus konten kreator.
Dalam tausiyahnya, K.H. Sahmad mengajak peserta memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Menurutnya, generasi muda harus berani membangun jati diri melalui karya dan prestasi, bukan sekadar mengandalkan nama besar keluarga.
“Pemuda yang sejati adalah pemuda yang berani mengatakan ‘inilah saya’, bukan ‘ini kakek saya’ atau ‘ini orang tua saya’. Sebagai Gen Z, kita harus mampu menghadapi tantangan dan rintangan. Kekurangan yang kita miliki justru harus menjadi motivasi untuk terus maju,” tuturnya.
Sementara itu, Kak Ova berbagi pengalaman sebagai konten kreator yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan inspirasi dan nilai-nilai positif. Ia mengajak peserta untuk bijak menggunakan media sosial, menghasilkan konten yang bermanfaat, serta menjadikan ruang digital sebagai media edukasi, dakwah, dan pengembangan potensi diri.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga berharap semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu, tetapi juga sebagai transformasi diri menuju pribadi yang berakhlak mulia, produktif, dan mampu menghadirkan konten-konten positif di ruang digital.
Sejalan dengan tema “Medsosul Karimah”, generasi Z diharapkan menjadi pelopor terciptanya ekosistem media sosial yang santun, inspiratif, dan membawa kebermanfaatan bagi masyarakat. (Sri Lestari/Prs)