*Berkat Kebijakan Pemkab Kebumen yang Berpihak pada Guru

KEBUMEN, EDUKATOR–Ketua PGRI Kabupaten Kebumen, Dr. Agus Sunaryo, M.Pd., menegaskan, guru-guru di Kebumen saat ini dapat bekerja dengan aman dan nyaman, berkat kebijakan Pemerintah Kabupaten Kebumen yang semakin berpihak kepada guru. Oleh karena itu, para guru diharapkan terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan pengabdian dalam memajukan pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat membuka Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) II PGRI Kabupaten Kebumen Masa Bakti XXIII di Gedung PGRI Kabupaten Kebumen, Sabtu (11/7/2026).
Kebijakan dimaksud, diantaranya penempatan guru yang lebih mendekatkan lokasi kerja dengan tempat tinggal. Selain itu, guru tidak tetap (GTT) yang sebelumnya hanya mengandalkan honor dari komite sekolah dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kini dapat memperoleh surat keputusan (SK). Sehingga mereka memiliki kesempatan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Agus berharap, berbagai kebijakan tersebut harus dijawab dengan menunjukkan kinerja terbaik, bekerja lebih profesional, dan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Konkerkab Bahas Program dan Kesejahteraan Guru
Agus menjelaskan, Konkerkab II merupakan forum strategis organisasi untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan perjuangan kepentingan anggota, peningkatan profesionalisme, kesejahteraan guru, serta kemajuan pendidikan.
Forum tersebut juga menjadi wadah mengevaluasi program, menyusun rencana kerja, serta merancang kebijakan organisasi secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia berharap seluruh hasil Konkerkab II segera dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada seluruh anggota PGRI hingga tingkat cabang.
“Hasil Konkerkab ini nanti kami minta segera dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada anggota di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Menurut Agus, komunikasi yang baik akan mencegah munculnya kesalahpahaman di kalangan anggota, termasuk mengenai iuran organisasi seperti yang sempat terjadi di salah satu daerah.
Bersifat Sukarela
Ia menegaskan bahwa keanggotaan PGRI bersifat sukarela sehingga seluruh anggota perlu memahami aturan organisasi secara utuh.
“Menjadi anggota organisasi itu sukarela, tidak ada paksaan. Karena itu, pahami dan jelaskan aturan organisasi kepada seluruh anggota,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan apresiasi kepada para senior dan pejuang organisasi yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan hingga mampu membesarkan PGRI Kabupaten Kebumen.
“Semua capaian ini merupakan hasil perjuangan para senior, termasuk terwujudnya gedung PGRI yang megah seperti sekarang,” katanya.
Susun Program Kerja Tahun 2026
Sebelumnya, Ketua Panitia Konkerkab II yang juga Wakil Ketua PGRI Kabupaten Kebumen, Slamet Nurkholis, melaporkan bahwa Konkerkab diselenggarakan sebagai forum evaluasi dan penyusunan program kerja organisasi.
Ia menjelaskan, Konkerkab II bertujuan menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja tahun 2025, menyusun program kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) tahun 2026, serta merumuskan sikap organisasi terhadap berbagai persoalan pendidikan dan guru.
Peserta Konkerkab terdiri atas seluruh pengurus PGRI Kabupaten Kebumen, utusan PGRI Provinsi Jawa Tengah, perwakilan pengurus cabang dan cabang khusus, serta pengurus perangkat organisasi.
“Tema Konkerkab II PGRI Kabupaten Kebumen adalah Guru Bermutu, Indonesia Maju,” ujar Slamet.
Tiga Cabang Raih Penghargaan
Pembukaan Konkerkab II turut dihadiri Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum. yang mewakili Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. Turut hadir pula Ketua Biro Pengabdian Masyarakat PGRI Jawa Tengah Prof. Dr. Listyaning Sumardiyani, M.Hum.
Rangkaian pembukaan diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada tiga cabang PGRI terbaik dalam pengelolaan keuangan dan ketertiban administrasi keanggotaan. Peringkat pertama diraih PGRI Cabang Alian, disusul PGRI Cabang Ambal di posisi kedua, dan PGRI Cabang Puring sebagai peringkat ketiga. (Purwanto/Prs)