*Dari Berbagai Daerah di Indonesia

PURWOKERTO, EDUKATOR–Sebanyak 356 murid baru dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Medan hingga Papua, mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Telkom Purwokerto selama lima hari, Senin–Jumat (13–17/7/2026).
Mengusung konsep edukatif tanpa perpeloncoan, MPLS tahun ini membekali murid dengan materi kekinian, mulai dari etika bermedia sosial, pencegahan perundungan, bahaya NAPZA, hingga simulasi kebencanaan sebagai bekal menghadapi tantangan era digital.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Telkom Purwokerto, Aris Puji Santoso, S.Kom., M.M. Dalam sambutannya, ia mengajak para murid baru menjaga nama baik almamater, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menjadi lulusan yang kompeten di bidang digital.
“Jadilah murid yang berkarakter dan mampu mengharumkan nama sekolah,” pesannya.
Pelaksanaan MPLS juga mendapat kunjungan Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah yang memberikan apresiasi terhadap konsep kegiatan yang edukatif, ramah anak, dan bebas dari unsur perpeloncoan.
Bekal Hadapi Tantangan Era Digital
Selama lima hari, para murid memperoleh beragam materi yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Di antaranya pengenalan Wawasan Wiyata Mandala, visi dan budaya sekolah, etika bermedia sosial, pencegahan bullying, serta penguatan karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Murid juga mendapat penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA yang disampaikan Kompol Willy Budiyanto, S.H., M.H. Ia mengingatkan pentingnya menghindari rokok, vape, dan narkoba sejak dini.
“Isi waktu kalian dengan kegiatan positif agar terhindar dari hal-hal negatif,” tegasnya.
Materi kebencanaan dan kepedulian lingkungan disampaikan oleh Dwi Irawan Sukma, S.STP., M.Hum. Dalam sesi tersebut, murid dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana, pentingnya menjaga lingkungan, serta mengikuti simulasi bencana sederhana untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Murid Datang dari Berbagai Daerah
MPLS tahun ini diikuti murid dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Bogor, Bekasi, Medan, hingga Papua. Keberagaman asal daerah menjadi kesempatan bagi para murid untuk saling mengenal dan memperluas jejaring pertemanan.
Salah seorang peserta, Raditya Caesa, lulusan SMP PGRI 285 Jonggol, Bogor, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti MPLS.
“MPLS di SMK Telkom Purwokerto seru. Banyak ilmu baru, mulai dari bahaya vape, etika bermedia sosial, hingga simulasi bencana,” ungkapnya.
Sebagai penutup kegiatan, para murid diperkenalkan dengan berbagai ekstrakurikuler serta diajak berkeliling lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bekal awal sebelum mereka memasuki proses pembelajaran efektif pada tahun ajaran 2026/2027. (Prasetiyo)