UKDW Gelar Festival Jamu Nusantara 2026, Perkuat Kolaborasi Herbal Menuju Pasar Global

Bagikan :

Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T mencoba minum jamu yang disuguhkan panitia. (Foto: Humas UKDW/EDUKATOR).

YOGYAKARTA, EDUKATOR–Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., membuka Festival Jamu Nusantara 2026 di Atrium Agape UKDW, Kamis (16/7/2026). Festival yang berlangsung selama dua hari hingga Jumat (17/7/2026), ditandai minum jamu bersama peserta yang hadir.

Hal itu sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi pengembangan herbal Indonesia berbasis riset dan inovasi agar mampu bersaing di pasar global.

Festival itu menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 UKDW. Mengusung tema From Nature to Future: Connecting People through Herbal Innovation, kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, industri, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat pengembangan jamu berbasis bukti ilmiah sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat internasional.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Herbal
Dalam sambutannya, Wiyatiningsih mengapresiasi seluruh peserta dan mitra yang mendukung penyelenggaraan Festival Jamu Nusantara 2026. Menurutnya, perjalanan UKDW selama 64 tahun tidak lepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami membuka peluang kolaborasi yang lebih luas agar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat semakin memberi manfaat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan jamu menjadi salah satu fokus UKDW melalui sinergi lintas disiplin, terutama antara Fakultas Kedokteran dan Fakultas Bioteknologi.

Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan riset yang memperkuat dasar ilmiah jamu sekaligus melahirkan inovasi herbal yang mampu menembus pasar internasional.

“Kami berharap jamu Indonesia semakin dikenal dunia,” katanya.

Hadirkan Expo, Seminar, hingga Inovasi Herbal
Selama dua hari pelaksanaan, Festival Jamu Nusantara menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan interaktif, seperti Expo Jamu, seminar nasional, workshop inovasi herbal, peluncuran Pojok Jamu dan Taman Jamu, serta berbagai kompetisi bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.

Salah satu agenda utama adalah Expo Jamu yang diikuti 45 stan dari industri jamu, UMKM, kelompok wanita tani (KWT), komunitas, dan pelaku usaha herbal dari berbagai daerah.

Pameran ini menjadi ajang promosi produk herbal sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri herbal nasional.

Berbagai fakultas di UKDW juga menampilkan hasil riset dan inovasi, mulai dari produk herbal, pangan fungsional, hingga inovasi berbasis kekayaan hayati Indonesia sebagai bentuk hilirisasi penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di lokasi yang sama, Fakultas Kedokteran UKDW menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan serta edukasi mengenai pemanfaatan jamu dan tanaman obat berdasarkan bukti ilmiah. Melalui layanan tersebut, pengunjung dapat mengenal produk herbal sekaligus memperoleh pemahaman tentang penerapan gaya hidup sehat.

Libatkan Generasi Muda dan Praktisi
Festival ini turut memperkuat literasi ilmiah melalui seminar nasional yang menghadirkan Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR., FINASIM, Ketua Dewan Jamu DIY, pada hari pertama, serta Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., sebagai narasumber pada hari kedua.

Selain itu, sejumlah workshop memperkenalkan inovasi pengolahan herbal, antara lain pembuatan minuman herbal segar bersama CV Jengratu Indonesia, jamu serbuk, sabun herbal, es krim jamu, permen (gummy) jamu bersama PT Naturindo Fresh, serta Jamu Gen Z bersama Jogja Husada Sehat.

Festival juga dimeriahkan dengan Lomba Video untuk mahasiswa UKDW, Lomba Infografis bagi murid SMA, dan Lomba Photo Booth yang terbuka bagi seluruh pengunjung. Melalui pendekatan kreatif tersebut, UKDW ingin memperkenalkan jamu kepada generasi muda agar semakin dekat dengan budaya dan inovasi herbal Indonesia.

Festival Jamu Nusantara 2026 terselenggara atas dukungan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., PT Naturindo Fresh, Rotary Area Yogyakarta, Dewan Jamu DIY, serta PT Industri Jamu Bapak Djenggot. Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, UKDW berharap lahir lebih banyak produk herbal berbasis riset yang bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global. (Prasetiyo)

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-16 at 16.07
UKDW Gelar Festival Jamu Nusantara 2026, Perkuat Kolaborasi Herbal Menuju Pasar Global
smktelkom
356 Murid Baru Ikuti MPLS di SMK Telkom Purwokerto
WhatsApp Image 2026-07-16 at 14.54
Gelar IHT, Guru SMPN 1 Baturraden Semangat Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026/2027
WhatsApp Image 2026-07-16 at 11.43
Para Guru Berseragam SMA dan 25 Buku Diluncurkan Warnai HUT ke 29 SMAN 1 Sigaluh
FAUZI MERAH
Saatnya Sekolah Tegas Menerapkan SE Pembatasan Gawai