Guru Bahasa Jawa SMP Harus  Kuasai Empat Kompetensi Pendidik

Bagikan :

Foto bersama usai Rapat Pleno MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga.

PURBALINGGA, EDUKATOR–Guru Bahasa Jawa SMP di Kabupaten Purbalingga harus menguasai empat kompetensi pendidik yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.  Hal itu sebagai bekal menghadapi tantangan pembelajaran sekaligus menjaga kelestarian Bahasa Jawa.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I.saat membuka Rapat Pleno Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga di Aula SMP Negeri 3 Purbalingga, Kamis (23/7/2026).

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Priyanto, S.Pd.I., M.Pd.I saat memberikan sambutan..

Priyanto mengatakan, penguatan kompetensi guru menjadi fondasi penting agar pembelajaran Bahasa Jawa semakin berkualitas. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah melalui proses belajar yang kreatif, inovatif, serta relevan dengan perkembangan zaman.

“Guru Bahasa Jawa harus terus memperkuat kompetensinya agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Empat Kompetensi Guru Harus Dikuatkan
Dalam arahannya, Priyanto menjelaskan bahwa guru Bahasa Jawa wajib menguasai empat kompetensi pendidik, yakni pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Kompetensi pedagogik diwujudkan melalui kemampuan memahami karakteristik murid, menguasai kurikulum, serta menyusun modul ajar yang sesuai kebutuhan pembelajaran.

Kompetensi kepribadian tercermin dari sikap berintegritas dan menjadi teladan bagi murid.

Adapun kompetensi sosial menuntut guru mampu membangun komunikasi yang baik dengan murid, rekan sejawat, orang tua, hingga masyarakat. Sedangkan kompetensi profesional diwujudkan melalui penguasaan materi Bahasa Jawa, termasuk kemampuan mengajarkan aksara Jawa, mengembangkan bahan ajar, menulis karya ilmiah, serta memberikan pengayaan pembelajaran.

Priyanto juga mendorong guru Bahasa Jawa menerapkan keterampilan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, dan communication) dalam proses pembelajaran, sehingga murid lebih aktif, kreatif, dan mampu melestarikan bahasa daerah di tengah perkembangan teknologi.

Selain itu, ia mengajak guru memanfaatkan MGMP sebagai forum strategis untuk saling berbagi praktik baik, memperkuat kolaborasi melalui komunitas belajar (Kombel), hingga berkoordinasi dengan sekolah, termasuk pemanfaatan dukungan dana BOS untuk pengadaan buku penunjang pembelajaran Bahasa Jawa.

Paparkan Program Kerja dan Revitalisasi Bahasa Daerah
Dalam rapat tersebut, Ketua MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Purbalingga, Arif Restiyadi, S.Pd., memaparkan Program Kerja MGMP Tahun Pelajaran 2026/2027. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendukung pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih efektif.

Dalam rapat pleno tersebut juga diisi dengan diseminasi Program Revitalisasi Bahasa Daerah sebagai upaya memperkuat pelestarian bahasa ibu melalui dunia pendidikan. “Program ini diharapkan mampu meningkatkan peran guru Bahasa Jawa dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di kalangan generasi muda,” ujar Arif Restiyadi yang juga guru SMP Negeri 1 Purbalingga.

Arif menyampaikan, agenda MGMP berikutnya pada Agustus 2026 berupa Bimbingan Teknis Penyusunan Soal dengan materi Wulangan 1 dan Wulangan 2.

Ia juga menginformasikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 akan digelar pada 5 September 2026 di SMA Negeri 1 Purbalingga.

MGMP Jadi Forum Penguatan Profesionalisme
Bina damping MGMP Bahasa Jawa SMP Purbalingga Drs. Haryono menambahkan, MGMP Baasa Jawa merupakan wadah profesional bagi guru untuk meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan.

“Karena itu, seluruh program yang telah disusun diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan aktif dari seluruh anggota,” pesan Haryono yang juga Kepala SMP Negeri 3 Pengadegan. (Prasetiyo)

 

BERITA TERKINI

FAUZI PAKAIAN JAWA
Ketika Integritas Menjadi Mata Pelajaran yang Terlupakan
WhatsApp Image 2026-07-24 at 20.47
RN Talks Perkuat Komitmen Bersama Berantas Korupsi
toga1
SDN 2 Karangjengkol Kembangkan TOGA Bersama Wali Murid
WhatsApp Image 2026-07-23 at 12.00
Guru Bahasa Jawa SMP Harus  Kuasai Empat Kompetensi Pendidik
FULAD6
Perang Iran–AS: Jalan Menuju Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?