PM-UPUD Kemendiktisaintek Gelar Pelatihan Foto Produk bagi Pelaku UMKM Jamur

Bagikan :

*Pelatihan Digital Marketing untuk Tingkatkan Daya Saing

Foto bersama usai pelatihan foto produk dan digital marketing bagi pelaku UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/6/2026).

PEKANBARU, EDUKATOR – Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia menggelar pelatihan foto produk dan digital marketing bagi pelaku UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang memasuki tahun ketiga ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital agar mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai jual produk olahan jamur.

Pelatihan menghadirkan Rahmat Hidayat, M.Kom., dosen Program Studi D3 Manajemen Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau, sebagai narasumber.

Narsumber memaparkan materi foto produk dan digital marketing.

Ia membekali peserta dengan keterampilan fotografi produk dan strategi digital marketing. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung menggunakan telepon pintar untuk menghasilkan foto produk yang menarik dan layak dipasarkan melalui berbagai platform digital.

Ketua Program PM-UPUD, Prof. Dr. Padil, S.T., M.T., mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari oleh pelaku UMKM. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama dalam program pemberdayaan tersebut.

“UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu memasarkannya secara profesional melalui media digital,” ujarnya.

Peserta antusias mengikuti pelatihan foto produk  dan digital marketing.

Foto Produk Menentukan Kepercayaan Konsumen
Dalam pemaparannya, Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa kualitas visual produk menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan konsumen, terutama dalam transaksi melalui media sosial maupun platform digital.

Foto produk yang menarik bukan hanya sekadar gambar, tetapi merupakan media komunikasi yang mampu membangun kepercayaan konsumen. “Dengan teknik pencahayaan, komposisi, dan pengambilan gambar yang tepat, produk UMKM dapat tampil lebih profesional dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.

Contoh foto produk

Selain teknik fotografi produk menggunakan peralatan sederhana, peserta juga memperoleh materi mengenai strategi digital marketing yang meliputi optimalisasi media sosial, penyusunan konten promosi yang menarik, penguatan branding produk, pemanfaatan marketplace, hingga strategi membangun interaksi dengan pelanggan secara digital.

Bekali Keterampilan Praktis Pemasaran Digital
Menurut Prof. Padil, pelatihan tersebut dirancang agar keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Kami berharap pendampingan ini mampu memperluas jangkauan pasar, memperkuat daya saing UMKM binaan di era ekonomi digital, dan berdampak pada peningkatan omzet pelaku usaha,” ujarnya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mempraktikkan pengambilan foto produk menggunakan telepon pintar dengan memanfaatkan pencahayaan alami. Hasil foto kemudian digunakan sebagai bahan latihan menyusun konten promosi untuk berbagai platform media sosial.

Dorong UMKM Adaptif Terhadap Teknologi
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain memperoleh pengetahuan baru, para pelaku UMKM juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan pemasaran yang dihadapi, mulai dari membangun identitas merek hingga meningkatkan interaksi dengan konsumen melalui media digital.

Melalui Program PM-UPUD, diharapkan UMKM Jamur Betuah dan UMKM Jamur Jati Mandiri di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki strategi pemasaran yang lebih modern, serta mampu meningkatkan daya saing produk olahan jamur di tingkat regional maupun nasional.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Padil menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau yang telah memberikan dukungan, fasilitasi, dan pendampingan sehingga Program PM-UPUD dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia yang telah memberikan pendanaan melalui Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD).

Dukungan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas, kapasitas usaha, inovasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi antara Kemendiktisaintek, LPPM Universitas Riau, tim pelaksana, narasumber, serta para pelaku UMKM, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak usaha yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di pasar regional, nasional, hingga global. (Iko)

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-27 at 15.12
Bupati Dukung Kemenag Purbalingga Menuju WBBM 2027
WhatsApp Image 2026-07-27 at 14.46
Sekolah Rakyat Banyumas Siap Dibuka, 299 Murid Ikuti MPLS Mulai 29 Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-27 at 13.29
214 Kepala Sekolah Dikukuhkan, Ditekankan agar Menjadi Teladan
WhatsApp Image 2026-07-27 at 12.23
Katasapa Peringati Hari Puisi Lewat Juguran Sastra
WhatsApp Image 2026-07-26 at 17.38
Program Doktor Ilmu Pertanian Unsoed Gelar Sarasehan Ketahanan Pangan di Kodim Brebes