“Ngamen 17 Desa” Hangatkan Alun-alun Banjarnegara

Bagikan :

*Musisi Lokal Tampil dengan Karya Orisinal

BANJARNEGARA, EDUKATOR–Pentas musik “Ngamen 17 Desa” sukses menghangatkan suasana malam Minggu di Alun-alun Banjarnegara, Sabtu (25/7/2026). Tiga grup musik lokal, yakni Rengeng-Rengeng, Saraswati Project, dan Menjelang Pagi, tampil memukau dengan membawakan lagu-lagu karya sendiri dalam konser bertajuk “Sebuah Perjalanan dari Nol Derajat Pengetahuan Menuju Tak Terhingga”.

Meski digelar secara sederhana di pelataran joglo Alun-alun Banjarnegara, pertunjukan tersebut mampu menarik perhatian dan antusiasme masyarakat yang memadati kawasan titik nol kota.

Pentas perdana ini merupakan hasil kolaborasi Seniman Muda Wanayasa (Sendawa), Oemah Qyasa, Ekraf, dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara sebagai wadah apresiasi bagi musisi lokal sekaligus upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya daerah.

Musik Indie Memikat Penonton
Suasana konser semakin semarak ketika Saraswati Project membuka penampilan dengan konsep musik akustik. Trio tersebut membawakan enam lagu ciptaan sendiri, yakni Pulang ke Desa, Brug Gantung Kali Kacangan, Menuju Cakrawala, Bening, Janji Malioboro, dan Memori Tamansari.

Vokalis Ratna Saraswati tampil memukau didukung dua gitaris serta pencipta lagu Drajat Nurangkoso yang juga merupakan pemilik Sanggar Pintu Kosong Sokanandi.

Di sela pertunjukan, seniman Singgih Wirawan membacakan puisi karya Bung Karno berjudul “Aku Melihat Indonesia”. Pembacaan puisi tersebut menghadirkan suasana khidmat melalui pesan tentang kecintaan terhadap tanah air, kekayaan alam, budaya, dan semangat persatuan bangsa.

Rengeng-Rengeng Disambut Meriah
Penampilan grup Rengeng-Rengeng menjadi salah satu momen yang paling dinantikan penonton. Band yang tetap mempertahankan karakter musik kontemporer dengan lirik berbahasa Jawa itu tampil energik di bawah komando vokalis Nono Sendawa.

Sejumlah lagu seperti Banjarnegara Gilar-Gilar, Dolanan, Aji Manungsa, Asu Gedhe Ora Kudu Menang Kerahe, Jarkoni, dan Gotong Royong sukses membangkitkan semangat penonton. Riuh tepuk tangan terus mengiringi setiap lagu yang dibawakan, sementara hawa dingin malam Banjarnegara seolah tak terasa.

Rangkaian pertunjukan kemudian ditutup oleh grup Menjelang Pagi asal Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, yang menghadirkan penampilan penuh semangat sekaligus menjadi penutup manis konser perdana tersebut.

Ruang Apresiasi Seniman Lokal
Vokalis Rengeng-Rengeng, Nono Sendawa, mengatakan pentas Ngamen 17 Desa dirancang sebagai ruang apresiasi bagi para pelaku seni lokal dengan mengedepankan karya orisinal.

“Komitmen kami mengutamakan membawakan karya sendiri. Pentas di alun-alun ini menjadi awal untuk tampil di 17 desa atau titik, bahkan hingga tak terhingga,” ujarnya.

Penampilan para musisi lokal juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang penonton, Nur Jatmiko dari Bantarwaru, mengaku menikmati sajian musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral.

“Kami sangat terhibur. Lirik dan penampilan mereka penuh makna dan inspiratif,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Yana, warga Blambangan. Menurutnya, konser tersebut membuktikan bahwa musisi Banjarnegara mampu memadukan harmoni musik dengan nilai-nilai falsafah Jawa.

“Kami bangga. Banyak falsafah Jawa yang diharmonisasikan dalam musik yang mereka sajikan,” ujarnya.

Pentas Ngamen 17 Desa diharapkan menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak ruang kreatif bagi musisi Banjarnegara untuk memperkenalkan karya-karya orisinal sekaligus memperkuat identitas budaya lokal kepada masyarakat. (Muji Prasetyo/Prs)

 

 

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-07-27 at 15.12
Bupati Dukung Kemenag Purbalingga Menuju WBBM 2027
WhatsApp Image 2026-07-27 at 14.46
Sekolah Rakyat Banyumas Siap Dibuka, 299 Murid Ikuti MPLS Mulai 29 Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-27 at 13.29
214 Kepala Sekolah Dikukuhkan, Ditekankan agar Menjadi Teladan
WhatsApp Image 2026-07-27 at 12.23
Katasapa Peringati Hari Puisi Lewat Juguran Sastra
WhatsApp Image 2026-07-26 at 17.38
Program Doktor Ilmu Pertanian Unsoed Gelar Sarasehan Ketahanan Pangan di Kodim Brebes