
Ketua Tim Pengelola PPK Ormawa Universitas Jenderal Soedirman, Suryanto, SKM, MSc foto bersama nara sumber dan para mahasiswa. (Foto: Istimewa/EDUKATOR)
BANYUMAS, EDUKATOR – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kewirausahaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendorong peningkatan produktivitas budidaya ikan di Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Hal itu dilakukan melalui penyuluhan manajemen kualitas air kolam. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan dampak nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi masyarakat. Kegiatan ini diikuti 40 pembudidaya ikan, yang didominasi peserta berusia 40 hingga 60 tahun.
Ketua Tim Pengelola PPK Ormawa Universitas Jenderal Soedirman, Suryanto, SKM, MSc., yang mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai, berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh para pembudidaya lele di Desa Karangnanas.
Menurutnya, peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan kualitas air kolam diharapkan mampu meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus menambah pendapatan keluarga.
“Harapannya, ilmu yang telah disampaikan dapat membantu para pembudidaya lele meningkatkan produktivitas sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi Program PPK Ormawa yang didanai Belmawa Tahun 2026 sekaligus menindaklanjuti arahan Wakil Rektor Unsoed, Prof. Norman, agar setiap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dibekali Manajemen Kualitas Air Kolam
Penyuluhan bertajuk “Manajemen Kualitas Air Kolam Budidaya” diselenggarakan melalui kolaborasi Tim PPK Ormawa Kewirausahaan FPIK Unsoed dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banyumas.
Narasumber dari DKPP Kabupaten Banyumas, Itsna Karunia Fahmi, S.Pi., menjelaskan pentingnya menjaga kualitas air melalui pengendalian parameter fisika dan kimia secara berkala. Ia juga memberikan solusi teknis dalam mengatasi pencemaran maupun penurunan kualitas air yang sering menjadi penyebab rendahnya produktivitas budidaya.
“Pengelolaan kualitas air harus dilakukan secara rutin agar pertumbuhan ikan optimal dan risiko kematian dapat ditekan,” katanya.
Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang pembudidaya mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai penyebab kematian ikan yang selama ini sering terjadi.
“Selama ini saya hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun. Sekarang saya tahu cara mengecek kualitas air yang benar dan memahami penyebab ikan sering mati mendadak,” ungkapnya.
Bahas Padat Tebar hingga Pemanfaatan Air Hujan
Diskusi berlangsung interaktif ketika Ketua RT 3 Desa Karangnanas, Dartam, menanyakan rasio padat tebar ikan yang ideal agar kualitas air tetap terjaga.
Menanggapi hal tersebut, Itsna menjelaskan bahwa untuk budidaya lele, kepadatan ideal berkisar 150–200 ekor per meter kubik dengan benih yang seragam agar persaingan pakan tetap seimbang dan sisa pakan tidak mencemari kolam.
Peserta juga mengangkat persoalan pengelolaan kolam tanah yang belum memiliki saluran pembuangan sedimen.
Menurut Itsna, saluran pembuangan idealnya dirancang sejak pembangunan kolam. Namun, untuk kolam yang sudah terlanjur digunakan, sedimen dapat dibersihkan menggunakan sistem sifon manual melalui selang atau pipa kecil yang ditempatkan di titik terendah kolam.
Pengeringan dan pengerukan dasar kolam setelah panen juga dianjurkan untuk mengurangi penumpukan bahan organik.
Topik lain yang dibahas adalah pemanfaatan air hujan sebagai sumber air kolam. Itsna menjelaskan air hujan dapat dimanfaatkan dengan syarat diendapkan terlebih dahulu di bak penampungan agar pH tetap stabil dan partikel pengotor mengendap sebelum dialirkan ke kolam budidaya.
Pemahaman Pembudidaya Meningkat
Sebagai bagian dari evaluasi, panitia melaksanakan pre-test dan post-test kepada seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman pembudidaya mengenai manajemen kualitas air kolam meningkat dibandingkan sebelum mengikuti penyuluhan.
Melalui kegiatan ini, Tim PPK Ormawa Kewirausahaan FPIK Unsoed berharap para pembudidaya mampu menerapkan tata kelola budidaya yang lebih tepat guna untuk meningkatkan produktivitas kolam dan efisiensi usaha perikanan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Karangnanas secara berkelanjutan. (Prasetiyo)