UKDW Perkuat Kolaborasi Lestarikan Sungai Juwana

Bagikan :

PATI, EDUKATOR–Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menjaga kelestarian Sungai Juwana melalui BIOTILIK Challenge. Yakni  program pemantauan kualitas air berbasis partisipasi masyarakat (citizen science) yang melibatkan warga dalam mengamati, mengumpulkan, dan mendokumentasikan data kualitas air sungai.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Kali Juwana ke-7 yang berlangsung pada 27 Juli hingga 17 Agustus 2026, dengan tema “Ekologi Sungai Waras, Kebudayaan Masyarakat Waras”.

Sungai Juwana merupakan salah satu sungai utama di kawasan Pantura Jawa Tengah yang mengalir di wilayah Kabupaten Pati dan bermuara di Laut Jawa melalui Kecamatan Juwana. Daerah aliran sungainya (DAS) juga mencakup wilayah hulu di Kabupaten Kudus, Grobogan, dan Blora sehingga pelestariannya membutuhkan sinergi lintas daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengapresiasi kolaborasi antara UKDW, Yayasan Yekti Angudi Piadeging Hukum Indonesia (YAPHI), dan Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) dalam mendukung pelestarian Sungai Juwana.

Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas sungai sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar Sungai Juwana tetap terjaga. Metode BIOTILIK juga dapat melengkapi pemantauan kualitas air yang dilakukan pemerintah,” katanya, Senin (3/8/2026)..

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi Fakultas Bioteknologi UKDW bersama YAPHI dan Jampisawan. Melalui pendekatan ilmiah yang melibatkan warga, UKDW mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan sungai secara berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pelestarian Sungai
Festival diawali dengan Rembug Kali Juwana: Dialog Ekoteologi Lintas Iman yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, tokoh lintas agama, komunitas, pelajar, dan masyarakat. Forum tersebut membahas pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam menjaga ekosistem Sungai Juwana.

Dalam kesempatan itu, dosen Fakultas Bioteknologi UKDW, Dr. Djoko Rahardjo, M.Kes., menegaskan bahwa pelestarian sungai tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

“Pelestarian sungai membutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat,” ujarnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan Piagam Kolaborasi oleh Plt. Bupati Pati, Yayasan YAPHI, Fakultas Bioteknologi UKDW, Jampisawan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati, serta Kementerian Agama Kabupaten Pati sebagai bentuk kesepakatan bersama menjaga kelestarian Sungai Juwana.

Libatkan Murid SMA, Guru, Masyarakat dan Mahasiswa KKN UGM
Sebagai implementasi kolaborasi, Fakultas Bioteknologi UKDW menyelenggarakan BIOTILIK Challenge, yakni program edukasi dan praktik pemantauan kualitas air yang melibatkan murid SMA, guru, masyarakat di sepanjang Sungai Juwana, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik biomonitoring, pengambilan sampel, identifikasi makroinvertebrata bentos, hingga analisis kualitas air. Kegiatan tersebut dipandu oleh Arnes Puji Lestari dan Arga Nugraha, S.Si.

BIOTILIK merupakan singkatan dari BIOta TIdak bertuLang belakang Indikator Kualitas Air, yaitu metode biomonitoring yang memanfaatkan makroinvertebrata bentos, seperti serangga air, udang, kepiting, siput, dan cacing, sebagai indikator biologis kondisi kualitas air.

Organisme yang hidup menetap di dasar sungai mampu menggambarkan kondisi lingkungan dalam jangka panjang sehingga metode ini dinilai sederhana, mudah diterapkan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pemantauan sungai.

Pemantauan Berlanjut Hingga September 2026
Sebagai tindak lanjut, relawan yang dikoordinasikan Jampisawan akan melakukan pemantauan kualitas air secara berkala pada Agustus hingga September 2026.

Tim Fakultas Bioteknologi UKDW akan mendampingi proses analisis, interpretasi hasil, serta penyusunan rekomendasi pengelolaan Sungai Juwana bersama para pemangku kepentingan.

Melalui kolaborasi tersebut, Fakultas Bioteknologi UKDW menegaskan komitmennya mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi dengan pemerintah, komunitas, dan warga diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis sains untuk mendukung pelestarian lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.(Prasetiyo)

 

 

BERITA TERKINI

WhatsApp Image 2026-08-03 at 15.56
Banjarnegara Gandeng PT SPRIX Tingkatkan Kemampuan Matematika Murid SD
WhatsApp Image 2026-08-03 at 15.33
UKDW Perkuat Kolaborasi Lestarikan Sungai Juwana
WhatsApp Image 2026-08-03 at 19.43
Kwarran Kemranjen Gelar Rakerran, Susun Program Sisa 2026
FULAD6
Dirgahayu ke 81 RI ! Kita Menang Melawan Penjajah, tetapi Kalah Melawan Keserakahan
WhatsApp Image 2026-08-03 at 14.10
Upacara di SDN 2 Dukuhwaluh, Tanamkan Disiplin dan Nasionalisme