BANYUMAS, EDUKATOR–Upacara bendera di SD Negeri 2 Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, tidak sekadar menjadi rutinitas setiap Senin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan kedisiplinan, nasionalisme, dan karakter sejak dini kepada murid.
Upacara yang digelar pada Senin (3/8/2026) berlangsung berbeda karena menghadirkan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Hardi Gunarso, S.Pd., sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Hardi mengajak seluruh murid membiasakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, terutama disiplin bangun pagi dan gemar belajar sebagai bekal meraih prestasi.
“Bangun pagi, beribadah, dan mempersiapkan diri akan membuat tubuh lebih bugar serta siap mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi harus terus dilakukan di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
Upacara diikuti seluruh warga sekolah dengan petugas dari murid kelas V yang telah menjalani latihan intensif selama sepekan.
Bangun Karakter Melalui Upacara
Kepala SD Negeri 2 Dukuhwaluh, Siti Suswati, S.Pd., mengatakan upacara bendera merupakan media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada murid sejak usia sekolah dasar.
Menurutnya, penghormatan kepada Sang Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila, hingga mendengarkan amanat pembina upacara menjadi bagian dari pembiasaan sikap cinta tanah air.
“Upacara bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi sarana membangun kedisiplinan di sekolah,” katanya.
Untuk menanamkan kepatuhan terhadap tata tertib, sekolah juga membiasakan murid mengenakan seragam lengkap dan rapi saat upacara. Bagi yang belum memenuhi ketentuan, guru memberikan tugas membuat majalah dinding (mading) yang kemudian dipajang di sekolah.
Menurut Siti Suswati, cara tersebut tidak hanya mendorong kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga melatih kreativitas, imajinasi, dan keberanian murid dalam berkarya.
Latih Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Selain membangun disiplin, upacara bendera menjadi wahana melatih kepemimpinan dan rasa tanggung jawab. Murid dibiasakan hadir tepat waktu, menjaga ketertiban barisan, serta mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, murid yang bertugas sebagai pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca Pancasila, pembaca Pembukaan UUD 1945, maupun pemimpin doa memperoleh pengalaman berharga untuk mengembangkan keberanian, kepercayaan diri, dan jiwa kepemimpinan.
Melalui pembiasaan tersebut, SD Negeri 2 Dukuhwaluh berharap mampu membentuk murid yang disiplin, berkarakter, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi Indonesia yang hebat. (Iko/Prs)