*117.209 Peminat Masuk Unsoed

Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq mengenakan jaket almamater kepada salah satu perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda telah resmi sebagai mahasiswa Unsoed. .
PURWOKERTO, EDUKATOR–Sebanyak 10.117 mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) siap memulai perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027. Jumlah tersebut dipilih dari 117.209 peminat program jenjang sarjana dan diploma pada 2026, meningkat sekitar 8 persen dibandingkan 2025 yang mencapai 106.692 peminat dan lebih tinggi dibandingkan 2024 yang tercatat 106.148 peminat.
Dari mahasiswa baru tersebut, 2.021 orang atau 21,01 persen mahasiswa jenjang sarjana dan diploma diterima melalui KIP Kuliah dan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Mereka dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unsoed, Senin (10/8/2026).
Mahasiswa baru Unsoed siap menjalani perkuliahan tahun akademik 2026/2027.
Rektor Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., mengatakan, mahasiswa baru merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan Indonesia.
Menurutnya, para mahasiswa baru ini sejatinya adalah energi positif bagi bangsa untuk mewujudkan masa depan, dengan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan.
“Mereka adalah tunas-tunas bangsa yang tengah bersemi dan kelak pada waktunya dituai menjadi anak-anak bangsa yang gemilang dan cemerlang,” kata Rektor Prof Akhmad Sodiq.
Pengukuhan berlangsung secara hybrid di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman dan diikuti secara daring dari masing-masing fakultas. Momentum tersebut menjadi awal perjalanan mahasiswa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, karakter, kompetensi, serta kepedulian sosial selama menempuh pendidikan di Unsoed.
Persaingan Masuk Unsoed Makin Ketat
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), dan Seleksi Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri Unsoed.
Menurutnya, seluruh proses seleksi dilakukan dengan prinsip ketat, adil, transparan, dan akuntabel untuk mendapatkan mahasiswa yang memiliki kualitas akademik sekaligus integritas dan semangat belajar.
“Seleksi dilakukan secara ketat, adil, transparan, dan akuntabel, memastikan bahwa mahasiswa yang terpilih adalah mereka yang memiliki kualitas akademik, integritas, dan semangat belajar yang tinggi,” ujar Prof. Farid.
Berdasarkan data registrasi, 10.117 mahasiswa baru tersebut terdiri atas 1.257 mahasiswa Diploma 3 (D3), 8.355 mahasiswa Sarjana (S1), 181 mahasiswa Program Profesi, 235 mahasiswa Magister (S2), 73 mahasiswa Doktor (S3), dan 16 mahasiswa Spesialis-1 (SP-1).
Mahasiswa Asing Bertambah 23 Persen
Unsoed juga terus memperkuat atmosfer akademik internasional. Tahun ini, sebanyak 35 mahasiswa asing diterima melalui sejumlah program, yakni Dharmasiswa, Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Jenderal Soedirman Scholarship, dan Student Exchange.
Jumlah mahasiswa asing tersebut meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka berasal dari berbagai negara, antara lain Pakistan, Tanzania, Zimbabwe, Vietnam, Thailand, Botswana, Yaman, China, Tajikistan, Kirgistan, Ghana, Chad, Sudan, Gambia, Republik Korea, Laos, Angola, Honduras, dan Timor Leste.
Prof. Farid mengatakan keberadaan mahasiswa internasional menjadi bagian penting dari upaya Unsoed memperluas jejaring dan pengalaman akademik lintas negara.
Keberadaan mahasiswa internasional menjadi bagian dari upaya Unsoed membangun international academic atmosphere. “Meski berakar di Purwokerto, Unsoed terus memperluas cakrawala pendidikan dari lokal menuju nasional hingga global dengan tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai Soedirman,” katanya.
Akses Pendidikan Tinggi Terus Diperluas
Komitmen Unsoed terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi juga ditunjukkan melalui penerimaan mahasiswa dari kelompok penerima bantuan pendidikan. Sebanyak 2.021 mahasiswa atau 21,01 persen dari mahasiswa baru jenjang sarjana dan diploma diterima melalui KIP Kuliah dan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi.
Tiga Pesan Rektor untuk Mahasiswa Baru
Pada bagan lain Rektor Prof Sodiq menegaskan, pengukuhan tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang mahasiswa dalam membangun kompetensi dan karakter.
Selama berada di Unsoed, mereka akan memperoleh pengalaman melalui pembelajaran di ruang kelas, kegiatan laboratorium, aktivitas kemahasiswaan, serta berbagai interaksi di dalam maupun di luar kampus.
Untuk menghadapi perjalanan tersebut, Rektor menitipkan tiga pesan utama, yakni membangun jiwa resiliensi atau ketangguhan dalam menghadapi tantangan, mengasah kepekaan hati, dan membiasakan diri berkontribusi.
Ketiga hal tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki keunggulan intelektual, tetapi juga mampu memahami persoalan di sekitarnya, memiliki empati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kuliah Umum
Rangkaian kegiatan PMB Unsoed juga diisi kuliah umum yang menghadirkan Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru.
Pengukuhan 10.117 mahasiswa tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar Unsoed. (Prasetiyo)